PONTIANAK INFORMASI – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan kawasan Bukit Lalang di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, menjadi destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Saat meninjau lokasi, Sabtu (20/6/2026), Sujiwo memasang target ambisius: penataan kawasan selesai dalam tiga bulan. Menurutnya, kunjungan bersama sejumlah perangkat daerah kabupaten dan provinsi bukan lagi sebatas survei atau perencanaan, melainkan telah memasuki fase eksekusi.
“Kita bukan lagi tataran omong-omong, bukan lagi tataran wacana atau rencana. Ini sudah tataran eksekusi dan aplikasi. Dalam tempo sesingkat-singkatnya kita akan segera ubah kawasan ini,” tegas Sujiwo.
Ia langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata. Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti MCK, penerangan jalan, hingga gazebo akan segera direalisasikan melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan sektor swasta.
Sujiwo menginginkan seluruh fasilitas wisata dibangun dengan konsep yang tertata dan memiliki nilai estetika tinggi. Ia tidak ingin kawasan wisata berkembang secara sporadis sehingga menimbulkan kesan kumuh.
“Saya mau tempat wisata ini bangunan-bangunannya tidak asal. Kita bikin yang keren sehingga Bukit Lalang benar-benar menjadi spot yang bisa kita tawarkan ketika sudah menjadi desa wisata,” katanya.
Menurut dia, Bukit Lalang memiliki potensi pasar yang besar, terutama dari desa-desa sekitar seperti Teluk Nibung, Nipah Panjang, Medan Mas, Padang Tikar, Sungai Besar, Tanjung Harapan, Sungai Jawi, hingga Ambarawa. Karena itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Batu Ampar dengan sejumlah wilayah pesisir.
“Sekarang sudah masuk Rp5 miliar untuk jalan. Tahun depan kita lanjutkan lagi supaya akses semakin bagus dan market lokal tumbuh lebih kuat,” ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan panorama, Sujiwo menyebut Batu Ampar memiliki banyak daya tarik lain. Mulai dari trek sepeda, jalur pendakian, area kamping, Bukit Liberika dengan wisata kopi, kawasan pembesaran kepiting, jalur susur mangrove sepanjang 500 meter, hingga Pulau Gelanggang yang punya panorama matahari terbenam yang tak kalah indah dibanding Bali.
“Saya optimistis. Bulan Agustus nanti saya berharap sudah bisa membawa teman-teman ke sini. Trek sepedanya keren, hiking-nya ada, camping ground ada. Potensinya luar biasa,” katanya.
Ia menargetkan seluruh pekerjaan prioritas termasuk penerangan kawasan wisata, mulai berjalan pada Juli tahun ini.
“Tahun ini harus tuntas. Kalau yang penataan kawasan ini, saya targetkan tiga bulan selesai,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Sujiwo menekankan bahwa pembangunan sektor wisata bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan wisatawan, melainkan menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Tujuan utamanya menyejahterakan rakyat. Kalau wisata berkembang, homestay laku, UMKM berjalan, anak-anak muda terberdayakan. Itu yang kita kejar,” pungkasnya.
