PONTIANAK INFORMASI – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat mengumumkan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat telah berangsur normal setelah selesainya perbaikan pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sebelumnya mengalami gangguan kebocoran pada boiler.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, disebutkan bahwa membaiknya kemampuan pasok daya membuat manajemen beban berupa pemadaman listrik bergilir tidak lagi diberlakukan.
“Seiring dengan membaiknya kemampuan pasok daya, maka manajemen beban secara terbatas dan terukur yang berdampak pada pemadaman aliran listrik pelanggan sudah tidak diberlakukan lagi,” demikian isi pernyataan resmi PLN.
PLN menyebutkan, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi sistem dan infrastruktur kelistrikan secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat.
Meski sistem telah kembali normal, PLN mengimbau pelanggan yang masih mengalami gangguan listrik di wilayahnya agar segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta insan media atas pengertian, dukungan, dan kerja sama selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.
“PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dengan kesiapsiagaan operasi secara berkelanjutan demi menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi seluruh masyarakat,” tutup pernyataan tersebut.
