PONTIANAK INFORMASI – Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) untuk meningkatkan perhatian terhadap Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Salah satunya melalui penambahan anggaran pembinaan hingga Rp200 juta mulai 2027.
Dorongan itu disampaikan setelah KORMI Kota Pontianak menorehkan prestasi dengan membawa pulang 69 medali dan menjadi juara umum pada ajang Festival Olahraga Provinsi (Forprov) II KORMI Kalimantan Barat. Capaian tersebut terdiri dari medali emas, perak, dan perunggu.
Juga melaporkan hasil tersebut ke Komisi IV DPRD Kota dalam sebuah audensi pada Selasa (18/8). Dari pertemuan itu KORMI Pontianak menyampaikan terkait tantangan dan kendala yang dihadapi KORMI, mulai dari alokasi anggaran hingga sarana prasarana latihan cabang olahraga.
“Pertama dorongan kita melalui Dispora untuk penambahan dana pembinaan untuk KORMI. Kita mengusulkan antara Rp100 sampai Rp200 juta,” kata Husin usai bertemu pengurus KORMI Kota Pontianak.
Menurutnya, penambahan anggaran tersebut belum memungkinkan dilakukan melalui perubahan anggaran 2026. Karena itu, DPRD mendorong agar tambahan anggaran tersebut dapat dialokasikan dalam APBD 2027.
Selain anggaran pembinaan, DPRD juga mendorong adanya aturan yang jelas mengenai pemberian bonus bagi atlet KORMI yang berprestasi.
Husin mengatakan, besaran bonus perlu diatur melalui peraturan daerah (perda), sehingga pemerintah memiliki dasar dalam menyiapkan anggaran bagi atlet yang meraih medali.
“Bonus ini nanti kita minta Dispora membuat perda tentang aturan bonusnya. Emas berapa, perak berapa, perunggu berapa, itu harus ada perdanya,” ujarnya.
Ia menilai aturan tersebut penting sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi para atlet KORMI yang telah mengharumkan nama Kota Pontianak.
Dorongan tersebut juga akan disampaikan langsung kepada Wali Kota Pontianak. Husin berharap Pemkot dapat memberikan perhatian lebih kepada KORMI, termasuk menerima para atlet dan pengurus untuk berdiskusi mengenai kebutuhan mereka.
“Kita berharap nanti kawan-kawan media juga bisa beritakan ini. Siapa tahu Pak Wali Kota bisa menanggapi dan bisa menerima kawan-kawan KORMI, memberikan penghargaan kepada kawan-kawan KORMI yang telah mengharumkan Kota Pontianak,” katanya.
Husin menyebut KORMI Kota Pontianak telah menorehkan prestasi dengan membawa pulang 66 medali dari berbagai cabang olahraga masyarakat. Capaian tersebut terdiri dari medali emas, perak, dan perunggu.
Tak hanya soal anggaran, fasilitas latihan juga menjadi salah satu persoalan yang disampaikan pengurus KORMI kepada DPRD.
Sejumlah cabang olahraga masyarakat membutuhkan tempat dan fasilitas latihan yang memadai. Salah satunya olahraga panahan tradisional yang dinilai membutuhkan lokasi latihan khusus.
“Kita lagi mencarikan fasilitas Pemda yang punya. Kita lagi cari aset kira-kira untuk kawan-kawan panahan ini, untuk tempat latihan kira-kira di mana,” ungkap Husin.
Ia berharap Pemkot Pontianak turut memperhatikan kebutuhan fasilitas olahraga masyarakat. Menurutnya, peningkatan anggaran pembinaan perlu berjalan beriringan dengan penyediaan sarana latihan agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara maksimal.
“Kita sebenarnya mendorong, tapi berkaitan anggarannya harus tambah. Mungkin bantuan juga berkaitan fasilitas harus diperhatikan oleh Pemkot,” pungkasnya.
