Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Sejarah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman Pontianak
  • Lokal
  • News

Sejarah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman Pontianak

Editor PI 23/02/2023
Sejarah Masjid Jami Pontianak

Masjid Jami Pontianak, masjid tertua di Kota Pontianak. (Gencil News)

PONTIANAK INFORMASI, PONTIANAK – Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman adalah masjid yang sangat terkenal di Kota Pontianak, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Pontianak dan masjid pertama yang berdiri di Provinsi Kalimantan Barat.

Masjid ini juga menjadi saksi sejarah berbagai proses perubahan di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Sejarah Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman dimulai pada awal berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771. Kota Pontianak sendiri merupakan bagian dari Kesultanan Pontianak yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie. Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie adalah keturunan dari keturunan Syarif Hussein, keturunan Nabi Muhammad SAW.

Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman dan Istana Kadriah merupakan cikal bakal Kota Pontianak pada tahun 1771. Masjid Jami sendiri awalnya hanya sebuah langgar sederhana. Menurut hikayat, masjid ini mulai dibangun pada masa kepemimpinan Sultan Syarif Usman (1819-1855), sultan ketiga Kesultanan Pontianak. Peletakan batu pertama pondasi bangunan dilakukan pada tahun 1821.

Penjelasan mengenai hal tersebut dapat dilihat dari inskripsi huruf Arab di atas mimbar masjid. Di sana tertulis bahwa Masjid Jami dibangun oleh Sultan Syarif Usman pada hari Selasa bulan Muharam tahun 1237 Hijriah. Namun, hingga mencapai bentuk yang terlihat saat ini, masjid mengalami berbagai penyempurnaan yang dilakukan sultan-sultan berikutnya.

Pada masa kepemimpinan Sultan Syarif Hamid II (1855-1889), Masjid Jami Sultan Syarif Abdurahman mengalami renovasi besar-besaran dan diubah menjadi masjid yang lebih besar dan megah. Kemudian, pada masa pemerintahan Sultan Syarif Muhammad Alkadrie, masjid ini kembali mengalami renovasi dan diperindah dengan ornamen-ornamen yang sangat indah.

Nama Masjid Jami Sultan Abdurrahman adalah penghormatan kepada pendiri Kota Pontianak, yakni Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie, sultan pertama di Kesultanan Pontianak. Masjid ini juga menjadi saksi sejarah berbagai proses perubahan di Kota Pontianak dan sekitarnya.

Secara keseluruhan, bentuk bangunan masjid banyak mendapat pengaruh dari arsitektur Jawa, Timur Tengah, Melayu, dan Eropa. Hal ini terlihat dari bentuk atap undak layaknya tajug pada arsitektur Jawa dengan bentuk mahkota atau genta khas Eropa di bagian ujungnya. Pengaruh Eropa lainnya tampak pada pintu dan jendela masjid yang cukup besar. Adapun ciri Timur Tengah terlihat pada mimbar yang berbentuk kubah.

Tags: Kalbar Pontianak Sejarah di Pontianak

Continue Reading

Previous: Licin Bagaikan Belut, Pelaku Kejahatan 15 TKP Ditembak Polisi
Next: GMPA Cagar Gaspasi IKIP PGRI Pontianak Gelar Diklatsar ke-XX di Pakumbang, Kec. Sompak, Landak

Related Stories

IMG_5066
  • Lokal
  • News

Bupati Sujiwo Pastikan pendampingan Bagi Siswa Pelempar Molotov di SMPN 3 Sungai Raya

Lyd 07/02/2026
IMG_5064
  • Lokal
  • News

Menkes Tinjau RSUD TBSI Kubu Raya, Sujiwo Tekankan Peningkatan Kompetensi Dokter

Lyd 07/02/2026
13a58323-5f08-4f63-8890-c547f0159dda
  • Lokal
  • News

Pria di Pontianak Hendak Edarkan Puluhan Juta Uang Palsu, Pelaku Ngaku Beli Upal di Cirebon

Lyd 07/02/2026

Berita Terbaru

  • Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama, Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis di Indo‑Pasifik 07/02/2026
  • Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Diculik Kenalan Ibu dari Medsos, Polisi Ringkus Pelaku dalam 24 Jam 07/02/2026
  • Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Puluhan Warga Terluka dan Ratusan Bangunan Rusak 07/02/2026
  • Warga Keluhkan Bendera Gerindra Bertebaran di Jalanan, Soroti Konsistensi Narasi Keindahan Kota 07/02/2026
  • Pelajar 16 Tahun Bawa Fortuner Dinas Pemkab Tabrak Warung di Mamuju, Dua Warga Luka 07/02/2026
  • Draco Malfoy Jadi “Maskot Tak Resmi” Imlek 2026 di China, Ini Alasannya 07/02/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama, Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis di Indo‑Pasifik
  • Nasional

Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama, Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis di Indo‑Pasifik

Tyo 07/02/2026
Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Diculik Kenalan Ibu dari Medsos, Polisi Ringkus Pelaku dalam 24 Jam
  • Nasional

Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Diculik Kenalan Ibu dari Medsos, Polisi Ringkus Pelaku dalam 24 Jam

Tyo 07/02/2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Puluhan Warga Terluka dan Ratusan Bangunan Rusak
  • Nasional

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Puluhan Warga Terluka dan Ratusan Bangunan Rusak

Tyo 07/02/2026
Warga Keluhkan Bendera Gerindra Bertebaran di Jalanan, Soroti Konsistensi Narasi Keindahan Kota
  • Nasional

Warga Keluhkan Bendera Gerindra Bertebaran di Jalanan, Soroti Konsistensi Narasi Keindahan Kota

Tyo 07/02/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.