PONTIANAK INFORMASI – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar, meminta pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dapat diawasi secara ketat, terutama terkait kualitas makanan dan pengelolaan limbahnya.
Zulfydar mengatakan, persoalan utama yang disoroti adalah kualitas serta higienitas makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat. Ia menegaskan makanan yang disalurkan harus tetap layak konsumsi dan tidak mengalami penurunan kualitas rasa maupun kebersihan.
“Program ini tentu sangat membantu masyarakat dan kita berterima kasih kepada pemerintah. Tapi kualitas makanan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi sudah berkurang kualitasnya atau tidak higienis,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia meminta pengelola maupun unit penanggung jawab MBG di Kalimantan Barat melakukan pemantauan secara rutin serta evaluasi berkala, mengingat distribusi makanan dilakukan setiap hari.
Permintaan tersebut juga berkaca dari kejadian yang sempat terjadi di Kabupaten Ketapang beberapa waktu lalu yang menimbulkan persoalan terkait program serupa. Ia khawatir kasus yang sama juga terjadi di daerah lain namun tidak terekspos.
“Evaluasi harus rutin dilakukan. Jangan sampai makanan dimasak malam hari lalu dikonsumsi keesokan harinya sehingga rasanya berubah atau kualitasnya menurun. Hal-hal seperti ini harus dicegah agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain kualitas makanan, Zulfydar juga menyoroti persoalan limbah dari program MBG yang dinilai tidak kalah penting untuk diawasi sejak dini.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan masukan kepada pemerintah daerah maupun pengelola program agar sistem pembuangan limbah makanan dapat dikontrol dengan baik.
Menurutnya, pengelola di tingkat kabupaten dan kota perlu memetakan sistem pembuangan air serta limbah makanan secara jelas agar tidak mencemari lingkungan.
“Program ini masih berjalan beberapa bulan, jadi pengawasan harus diperkuat. Limbah makanan jangan sampai dibuang sembarangan atau ke tempat yang tidak semestinya karena bisa berdampak ke lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
