Menteri Keuangan dan Menteri BUMN Bakal Jadi Anggota Dewan Pengawas (SWF)

0
16

Sumber Gambar: https://www.cnnindonesia.com/

Menteri Keuangan dan Menteri BUMN akan menjadi anggota Dewan Pengawas dana abadi investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penunjukkan ini sesuai dengan ketentuan mengenai pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Anggota Dewan Pengawas dana abadi akan berjumlah 5 orang. Hal ini dikatakan oleh Isa Rachmatarwata selaku Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu.

“Dewan pengawas itu ada 5 orang, 2 sudah pasti ex officio, yaitu ketua merangkap anggota, adalah Menteri Keuangan. Satu anggota lagi adalah Menteri BUMN, jadi kalau ditanya, apakah sudah ada? Sudah 2 orang itu,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Tak hanya itu, 3 anggota Dewan Pengawas LPI lainnya berasal dari golongan profesional. Nantinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri yang akan memilih anggota Dewan Pengawas LPI melalui proses seleksi.

Sementara dalam proses seleksi akan dilakukan oleh Menteri Keuangan dan Menteri BUMN, bersama sejumlah panitia seleksi lainnya.

“Setelah seleksi dilakukan, diserahkan kepada bapak presiden. Itu pun bapak presiden sesuai dengan UU akan berkonsultasi kepada DPR, apakah nama2 tersebut acceptable (diterima) atau tidak,” terangnya.

Tak hanya Dewan Pengawas, pemerintah juga akan membentuk Dewan Direksi LPI sebanyak 5 orang. Susunan Dewan Direksi LPI, lanjut Isa, akan dipilih oleh Dewan Pengawas yang berasal dari kalangan profesional.

“Jadi, kami berharap awal tahun depan, LPI ini bisa mulai beroperasi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari (CNN Indonesia) penggunaan Dana Abadi
Dalam kesempatan itu, Isa menjelaskan dana abadi akan digunakan untuk 3 fokus. Pertama, untuk memaksimalkan aset negara.

“Jadi, dia pokoknya cari cara, supaya aset yang sudah kita miliki ini menjadi lebih tinggi nilainya, mendapatkan revenue yang sebanyak-banyaknya, dan sebagainya,” katanya.

Kedua, dana abadi akan dimanfaatkan untuk pembangunan dalam negeri. Ketiga, dana abadi digunakan untuk kepentingan stabilitas keuangan negara. Ia menuturkan dana abadi diharapkan bisa mendukung kebijakan countercyclical dari pemerintah.

“Biasanya pada saat ekonomi bagus, dia akan mencoba mengakumulasi aset. Tapi, saat ekonomi negaranya terganggu, dia bisa melakukan cash fund untuk aset, supaya cash-nya tetap stabil,” tuturnya.

Reference : (CNN Indonesia / Kemenkeu Ungkap 2 Anggota Dewan Pengawas Dana Abadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here