Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Pedagang di Pontianak Pastikan Jual Beras Asli Bukan Oplosan
  • Lokal
  • News

Pedagang di Pontianak Pastikan Jual Beras Asli Bukan Oplosan

Editor PI 15/07/2025
621d39b3-f1c3-4d1c-9d97-28c4e29f2f25

PIFA, Lokal – Maraknya temuan beras oplosan di berbagai daerah membuat resah masyarakat, termasuk di Kalimantan Barat. Namun, tidak semua pedagang terlibat dalam praktik curang tersebut.

Salah satunya adalah Tommy, pedagang beras di pasar tradisional Pontianak. Ia menegaskan bahwa seluruh beras yang dijual di tokonya merupakan produk asli yang diperoleh langsung dari agen resmi dan terjamin kualitasnya.

“Kita pastikan beras yang kita jual ini aman, karena, kita ambil dari agen resmi,” ujar Tommy, saat dijumpai di toko sembakonya, Selasa (15/7/25)

Tommy menyayangkan praktik tersebut karena merugikan masyarakat. Selain itu, berpotensi merusak kepercayaan warga terhadap produk beras di pasaran. Imbasnya, bakal merugikan pedagang beras.


“Karena yang namanya oplosan itu kan, pasti kesannya, ada yang baik sama yang buruk dicampur, sehingga merugikan masyarakat. Harusnya premium ternyata bukan, kurang bagus buat rakyat,” ungkapnya.

Ia pun mengajak pedagang lain untuk lebih selektif dalam memilih produk dan menjaga kepercayaan konsumen.

“Kalau kita serius usaha, jangan cari untung dari cara curang. Kasihan pembeli,” ujarnya.

Sementara itu ditempat lain, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan cermat dalam membeli beras, khususnya beras dengan label premium.

“Himbauan masyarakat untuk lebih teliti membeli beras. Biasa ibu-ibu rumah tangga itu sudah lebih pengalaman dengan beras yaitu ketika hasil olahannya setelah dimasak itu kelihatan mana yang premium, mana yang tidak pasti kelihatan Itu,”imbaunya saat ditemui di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (15/7/25).

Terkait adanya kemungkinan praktik serupa di wilayahnya, Edi menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari tim Satgas Pangan Kota Pontianak

“Masih menunggu laporan dari tim Satgas Kota Pontianak,”katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat, terutama terhadap tempat-tempat pengemasan beras yang ada di Kota Pontianak.

“Kalau beras itu dikirim dari luar, ini kan kita susah nih. Tapi kalau yang diproduksi di Kota Pontianak enak kita ngontrolnya ada beberapa tempat untuk pengemasan itu. Kita bisa tahu beras dari mana, kan bisa dicek Termasuk Bulog,”ujarnya.

Ia juga menambahkan, jika terbukti ada praktik pengoplosan di Pontianak yang merugikan masyarakat, maka perlu ada tindakan hukum yang tegas terhadap para pelakunya.

“Balai POM dan unsur terkait dalam tim Satgas Pangan harus melakukan pengawasan ketat. Kalau terbukti ada pengoplosan yang merugikan masyarakat, itu harus ditindak tegas secara hukum. Yang jelas, konsumen tidak boleh dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ada 212 merek beras diduga terlibat dalam praktik pengoplosan dan pelanggaran standar mutu. Amran menegaskan praktik ini tidak hanya merugikan konsumen dari sisi kualitas, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang mencapai Rp99 triliun setiap tahun.

Tags: Beras Beras Oplosan Pasar Tradisional Pedagang Pontianak

Continue Reading

Previous: Berkendara Sambil Main HP? Siap Hadapi Sanksi Operasi Patuh Kapuas!
Next: Pendaftaran Calon Siswa Sekolah Rakyat di Kalbar Mulai Dibuka, Ini Syaratnya

Related Stories

IMG_4690
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah

Editor PI 10/08/2026
IMG_4650
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis

Editor PI 10/08/2026
IMG_4604
  • Lokal
  • News

13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Editor PI 10/08/2026

Berita Terbaru

  • Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah 10/08/2026
  • Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis 10/08/2026
  • 13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter 10/08/2026
  • Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang 10/08/2026
  • 1.286 Telur Penyu Ditemukan di Sambas, Sebagian Masih Berpeluang Menetas 10/08/2026
  • Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak 10/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_4690
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah

Editor PI 10/08/2026
IMG_4650
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis

Editor PI 10/08/2026
IMG_4604
  • Lokal
  • News

13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Editor PI 10/08/2026
06417b64-61fe-4bf1-82f6-c8b595b53548
  • Lokal
  • News

Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang

Editor PI 10/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.