PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Pemerintah Kabupaten Sekadau mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi banjir susulan, meskipun kondisi cuaca belakangan ini terpantau membaik dan genangan air di sejumlah wilayah mulai berangsur surut. Kewaspadaan dinilai tetap diperlukan mengingat karakter wilayah Sekadau yang rentan terhadap banjir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Heri Handoko, mengatakan pemantauan kondisi alam terus dilakukan. Menurutnya, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sekadau memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi.
“Kita memang tidak bisa memastikan kondisi alam ke depan. Masih ada potensi banjir susulan. Dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau, hampir semuanya merupakan daerah rawan banjir,” ujar Heri Handoko, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, banjir yang melanda beberapa waktu lalu sempat memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman, salah satunya di kawasan Taman Sepeda Gunung. Saat ini, kondisi debit air telah menurun dan prakiraan cuaca dalam waktu dekat relatif kondusif. Namun, ancaman banjir belum sepenuhnya hilang.
“Sekarang air sudah turun dan untuk cuaca ke depan tidak ada hujan yang terlalu mengkhawatirkan. Namun, Januari dan Februari ini biasanya curah hujan masih cukup tinggi, sehingga potensi banjir tetap ada,” jelasnya.
Heri menuturkan, kawasan yang paling berisiko terdampak banjir umumnya berada di sepanjang bantaran sungai. Hampir seluruh ibu kota kecamatan di Sekadau terletak di tepi sungai, sehingga hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang berpotensi memicu luapan air.
“Banjir tahunan itu umumnya terjadi di wilayah hilir, seperti di Kecamatan Sungai Ayak, khususnya di Desa Belitang I dan Belitang II. Di wilayah ini, banjir biasanya berlangsung cukup lama karena permukiman berada dekat dengan aliran sungai,” katanya.
Meski masyarakat di daerah rawan tersebut dinilai sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan, pemerintah daerah menegaskan tetap mengharapkan tidak terjadi banjir besar seperti peristiwa sebelumnya. Oleh karena itu, warga diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau informasi resmi.
“Kita tidak berharap terjadi banjir besar. Karena itu, masyarakat kami imbau tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah serta BPPD,” pungkas Heri.
