Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Lokal
  • Risiko Banjir Tinggi, BPBD Kalbar Desak Pengadaan Perahu Karet Hingga Tingkat Desa
  • Lokal

Risiko Banjir Tinggi, BPBD Kalbar Desak Pengadaan Perahu Karet Hingga Tingkat Desa

Muhammad Iqbal 15/01/2026
Foto : Polsek Beduai

PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat meminta pemerintah daerah hingga pemerintah desa untuk segera menyiapkan perahu karet sebagai perlengkapan dasar penanganan banjir. Langkah ini dinilai penting menyusul keterbatasan sarana dan prasarana kebencanaan yang masih dihadapi di berbagai wilayah.

Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar, Daniel, menegaskan keberadaan perahu karet di tingkat desa sangat krusial, terutama di kawasan rawan banjir dan banjir bandang. Menurutnya, bencana banjir bandang dapat terjadi secara tiba-tiba sehingga membutuhkan respons cepat di lapangan.

“Bayangkan jika banjir bandang datang mendadak, sementara di desa tersebut tidak ada satu pun perahu. Itu sangat berisiko. Minimal satu perahu karet harus tersedia dan siap digunakan,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Daniel mengungkapkan, dari sisi internal, BPBD Kalbar masih menghadapi keterbatasan jumlah personel. Selain itu, tidak seluruh petugas memiliki keahlian khusus di bidang evakuasi dan penyelamatan korban bencana. Kondisi tersebut membuat penanganan bencana kerap melibatkan berbagai unsur lain, seperti relawan, TNI, Polri, serta instansi terkait.

Ia menambahkan, persoalan lain yang tak kalah penting adalah minimnya fasilitas dan peralatan kebencanaan. Ketersediaan perahu karet dan tenda darurat sebagai perlengkapan dasar dinilai belum memadai, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Perahu karet dan tenda darurat sebagai peralatan dasar masih belum mencukupi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota,” bebernya.

Lebih lanjut, Daniel menyebutkan bahwa setelah pandemi COVID-19, dukungan peralatan dari pemerintah pusat cenderung berkurang. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih mandiri dengan mengalokasikan pengadaan sarana kebencanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk hingga ke level desa.

“Kalau mengandalkan bantuan dari pusat tentu terbatas. Seharusnya pengadaan peralatan dasar kebencanaan bisa diakomodir di APBD, termasuk hingga ke tingkat desa,” jelasnya.

BPBD Kalbar juga mengingatkan bahwa potensi banjir bandang tidak hanya mengancam wilayah tertentu. Seluruh kawasan di Kalimantan Barat, baik daerah perhuluan maupun pesisir, disebut memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya mitigasi perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Selain penyediaan peralatan, langkah antisipasi juga mencakup pembenahan infrastruktur sungai dan drainase, serta menjaga kelestarian lingkungan dan kawasan hutan agar fungsi alam tetap terjaga.

“Bencana itu sebenarnya bisa diantisipasi. Infrastruktur harus berfungsi baik, lingkungan dijaga, dan peralatan dasar harus tersedia. Jika semua itu siap, risiko korban dapat ditekan,” pungkas Daniel.

Tags: Banjir Kalbar BPBD Kalbar Perahu Karet

Continue Reading

Previous: Parit Depan Kantor Bupati Kubu Raya Disulap Jadi Kolam Ikan, Sujiwo Dorong Fungsi Ganda Ruang Publik
Next: Banjir Susulan Masih Mengintai, Pemkab Sekadau Peringatkan Warga Tetap Siaga Meski Air Mulai Surut

Related Stories

ff3cfb5f-268b-46fa-8023-2b032c24bcda
  • Lokal
  • News

Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati

Editor PI 27/06/2026
IMG_8696
  • Lokal
  • News

Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah

Editor PI 27/06/2026
70759e9f-5ca5-47cb-babb-9709d060edd3
  • Lokal
  • News

Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan

Editor PI 27/06/2026

Berita Terbaru

  • Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati 27/06/2026
  • Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah 27/06/2026
  • Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan 27/06/2026
  • Pemerintah Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Pontianak, Abdul Mu’ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya 27/06/2026
  • Sarawak Undang Pontianak ke BIHAS 2026, Buka Peluang UMKM Halal Tembus Pasar ASEAN 26/06/2026
  • Pontianak Jadi Daerah Ketiga di Indonesia Tebar Eco Enzyme ke Parit Agar Bersih 26/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ff3cfb5f-268b-46fa-8023-2b032c24bcda
  • Lokal
  • News

Selundupkan Hampir 20 Kg Sabu dari Malaysia, WN Asing Terancam Hukuman Mati

Editor PI 27/06/2026
IMG_8696
  • Lokal
  • News

Berdiri Sejak Tahun 81, Toko Buku Juanda Jadi Andalan Warga Pontianak Berburu Perlengkapan Sekolah

Editor PI 27/06/2026
70759e9f-5ca5-47cb-babb-9709d060edd3
  • Lokal
  • News

Hari Keempat Pencarian, Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya Belum Ditemukan

Editor PI 27/06/2026
IMG_8901
  • Lokal
  • News

Pemerintah Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah di Pontianak, Abdul Mu’ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya

Editor PI 27/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.