PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,50 persen tetap membawa dampak terhadap berbagai sektor, terutama di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Memang pengaruh juga sih ya. Sedikit banyak tetap ada pengaruh. Terutama dengan naiknya minyak, kemudian dolar dan rupiah,” kata Norsan saat ditemui usai kegiatan di Pontianak, Kamis (11/6).
Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat agar tidak terdampak oleh kondisi tersebut.
“Namun kita tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Tetap kita layani semaksimal mungkin,” ujarnya.
Norsan menambahkan, hingga saat ini sejumlah layanan publik, termasuk di sektor kesehatan, masih berupaya menahan kenaikan tarif meski menghadapi peningkatan biaya operasional.
“Walaupun rumah sakit kita masih belum menaikkan tarif,” tutupnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia menetapkan BI-Rate pada level 5,50 persen sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Kebijakan tersebut juga ditempuh untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
