PONTIANAK INFORMASI – SMP Negeri 8 Kota Pontianak meluncurkan Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif), Senin (15/6). Program ini menjadi upaya menghadirkan sekolah hijau berbasis digital sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada para siswa sejak dini.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMP Negeri 8 yang dinilainya menjadi pelopor gerakan penghijauan sekolah melalui penanaman berbagai jenis pohon endemik dari sejumlah daerah di Indonesia.
“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi *leading sector* untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” kata Yamin.
Menurut Yamin, upaya penghijauan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menilai keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk tidak menghadirkan ruang hijau di perkotaan.
“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan siswa dalam mengenal dan menanam berbagai jenis flora dari sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Papua, Maluku, hingga daerah lainnya.
Yamin menegaskan Pemerintah Kota Pontianak siap mendukung program penghijauan yang dijalankan oleh sekolah.
“Kalau untuk kepentingan penghijauan, pemerintah kota tentu siap membantu melalui dinas-dinas terkait,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Kota Pontianak, Suparji, menjelaskan Digulis Ceria merupakan program digitalisasi lingkungan hijau yang berfokus pada penataan lingkungan sekolah dan pembelajaran di luar ruang kelas.
“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelas Suparji.
Melalui program tersebut, siswa diajak belajar secara langsung tentang penghijauan, penanaman pohon, hingga pengembangan tanaman yang dapat mendukung ketahanan pangan.
Menariknya, setiap pohon yang ditanam nantinya akan dilengkapi kode QR yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital. Sistem tersebut memungkinkan siswa maupun pengunjung mengetahui informasi lengkap mengenai tanaman, mulai dari nama, jenis, hingga asal daerahnya.
“Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,” ungkapnya.
Lewat Digulis Ceria, SMP Negeri 8 Kota Pontianak berharap dapat menjadi contoh sekolah berkelanjutan yang memadukan edukasi lingkungan, pemanfaatan teknologi, dan pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan bersama.
