PONTIANAK INFORMASI – Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, membantah berbagai rumor yang menyeret namanya terkait molornya serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Kalbar.
Belakangan, nama Pipit menjadi perhatian setelah dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT QSS yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Menanggapi isu tersebut, Pipit menegaskan dirinya tidak memiliki persoalan sebagaimana rumor yang beredar.
Ia menegaskan tidak ingin menanggapi berbagai isu yang beredar karena menilai hal tersebut hanya akan memunculkan spekulasi baru.
“Soal rumor-rumor itu tidak perlu saya klarifikasi. Kalau hoaks atau fitnah diklarifikasi, nanti malah dibelok-belokkan lagi. Tidak perlu,” kata Pipit usai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Pontianak, Rabu (1/7).
Ia bahkan menilai isu yang beredar merupakan konsekuensi karena dirinya dikenal luas oleh masyarakat.
“Mungkin karena sangking hebatnya saya sehingga sangat enak sekali diserang-serang, mungkin karena terkenal, pak pipit rismanto terkenal disini (Kalbar). Alhamdulillah saya dikenal dengan baik sehingga dibantu jadi terkenal, menjadi terkenal lagi,” ujarnya.
Pipit memastikan tidak ada persoalan yang melatarbelakangi proses pergantian jabatannya. Menurut dia, apabila memang terdapat masalah, dirinya tidak lagi dipercaya memimpin Polda Kalbar.
“Insyaallah tidak ada masalah. Kita semua di sini punya niat baik. Kalau ada masalah, mungkin saya sudah tidak jadi Kapolda lagi,” tegasnya.
Ia juga memastikan pergantian kepemimpinan di Polda Kalbar tidak akan memengaruhi pelayanan kepada masyarakat.
“Siapa pun pemimpinnya, pengabdian adalah yang utama. Seluruh anggota Polri tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Diketahui, Pipit Rismanto mendapat tugas baru sebagai Kapolda Jawa Barat. Posisi Kapolda Kalbar selanjutnya akan diisi oleh Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar.
