PONTIANAK INFORMASI – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kabupaten/kota tidak hanya berfokus memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi berani menetapkan target yang lebih tinggi dengan menggali seluruh potensi penerimaan yang ada.
Hal itu disampaikan Harisson saat memberikan materi bertajuk Strategi Penggalian Potensi dan Optimalisasi Penagihan Pajak Daerah kepada jajaran Bapenda kabupaten/kota se-Kalimantan Barat di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalbar, Senin (20/7).
Menurut Harisson, target PAD yang terlalu rendah memang lebih mudah dicapai. Namun, kondisi tersebut tidak akan mendorong pemerintah daerah bekerja maksimal dalam meningkatkan kemampuan fiskal.
“Kalau target kita terlalu rendah, kemudian realisasinya sedikit di atas target, memang terlihat bagus di atas kertas. Tetapi yang kita inginkan bukan itu. Kita ingin target yang tinggi sehingga seluruh jajaran benar-benar bekerja keras untuk mencapainya,” kata Harisson.
Ia menegaskan, kemampuan fiskal daerah menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya pembangunan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“APBD pada dasarnya harus digunakan sebesar-besarnya untuk menyejahterakan masyarakat. Karena itu daerah harus memiliki kemampuan fiskal yang kuat,” ujarnya.
Harisson mengakui pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan berupa tingginya belanja pegawai yang mengurangi ruang fiskal. Karena itu, menurutnya, daerah tidak bisa terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Daerah harus mampu memperkuat sumber pendapatannya sendiri melalui optimalisasi PAD,” katanya.
Ia juga mengajak aparatur pemerintah mengubah pola pikir birokrasi menjadi lebih inovatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan yang sah.
Menurut Harisson, peningkatan PAD bukan berarti membebani masyarakat dengan pungutan baru, melainkan mengoptimalkan potensi yang selama ini belum tergarap.
“Yang kita lakukan bukan menambah beban masyarakat, tetapi memperbaiki sistem, memperkuat pengawasan, dan memastikan seluruh objek pajak yang seharusnya membayar benar-benar memenuhi kewajibannya,” ujarnya.
Harisson mencontohkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebagai dua sektor yang masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah.
Ia juga menilai pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi perlu diperkuat agar penggunaannya tepat sasaran.
“Kalau subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak, penggunaan BBM non-subsidi akan meningkat. Dampaknya penerimaan pajak daerah juga ikut naik,” katanya.
Di akhir arahannya, Harisson meminta seluruh kepala Bapenda kabupaten/kota menjadi motor penggerak peningkatan PAD di daerah masing-masing.
“Saya berharap Bapenda tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi hadir dengan ide, inovasi, analisis, dan strategi agar potensi pajak yang ada benar-benar dapat dioptimalkan,” tutupnya.
