PONTIANAK INFORMASI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat mempertimbangkan memperpanjang libur sekolah atau menerapkan pembelajaran daring di sejumlah daerah yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Faisal Alkadri mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan serentak di seluruh wilayah. Keputusan akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara masing-masing kabupaten/kota.
“Kemungkinan ada perpanjangan, tetapi tidak seluruh kabupaten. Kita lihat beberapa daerah sudah membaik dan laporan dari masing-masing kabupaten/kota malah meminta belajar luring,” kata Faisal di Pontianak, Senin.
Sejumlah daerah mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik. Di Kabupaten Kayong Utara, misalnya, pihak sekolah telah berdiskusi bersama orang tua siswa, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasilnya, kondisi dinilai cukup kondusif untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.
Kondisi serupa juga terlihat di Kota Singkawang setelah hujan turun dan kualitas udara mulai membaik.
Namun, pemantauan masih dilakukan di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa wilayah tersebut masih ditemukan titik api sehingga kualitas udara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.
“Pantauan kita yang masih itu di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Di beberapa tempat masih banyak titik api, tetapi kita pantau kualitas udaranya hari ini. Kalau tidak ada perubahan, belajar daring,” ujarnya.
Faisal berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di seluruh Kalbar dapat kembali berlangsung normal. Pemerintah daerah bersama sekolah juga diminta terus memantau kualitas udara dengan mengutamakan keselamatan siswa.
