PONTIANAK INFORMASI – Ribuan warga mengikuti Kubu Raya Bershalawat di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (19/8/2025). Dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, lantunan selawat menggema dan mempertemukan pemerintah, ulama, serta masyarakat dalam satu majelis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan Kubu Raya Bershalawat tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
“Berselawat ini bukan hanya untuk berkumpul, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengingat dan mencintai Rasulullah. Mudah-mudahan dengan berselawat, daerah kita diberikan keberkahan, masyarakatnya semakin rukun, dan pembangunan Kubu Raya juga semakin dimudahkan,” kata Sujiwo.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kubu Raya.
Sujiwo kemudian mengungkapkan pemerintah daerah telah menyiapkan empat agenda keagamaan untuk masuk dalam kalender tahunan Kubu Raya.
Agenda pertama adalah Kubu Raya Bershalawat yang akan digelar setiap tahun. Kedua, pawai obor untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Selanjutnya, pemerintah akan menggelar Gema Idulfitri untuk memeriahkan Hari Raya Idulfitri. Agenda keempat merupakan kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam.
“Yang pertama adalah Kubu Raya Bersholawat dan itu akan kita laksanakan setiap tahun,” ujar Sujiwo.
“Jadi ada empat agenda yang insyaallah sudah kita tetapkan di agenda kalender tahunan,” lanjutnya.
Menurut Sujiwo, penetapan agenda tersebut menjadi upaya pemerintah menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari identitas Kabupaten Kubu Raya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan masyarakat.
“Kalau ulama, pemerintah, dan masyarakat bisa menyatu, insyaallah akan menjadi kekuatan besar bagi Kubu Raya. Kita ingin suasana seperti ini terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, kehadiran Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menjadi daya tarik utama Kubu Raya Bershalawat. Dai asal Solo, Jawa Tengah, tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif mengembangkan dakwah melalui majelis selawat Ahbaabul Musthofa.
Ribuan warga pun larut dalam lantunan selawat hingga kegiatan berlangsung dengan suasana religius dan penuh kebersamaan.
