PONTIANAK INFORMASI – Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Muhammadiyah Kalimantan Barat menyediakan Rumah Oksigen sebagai layanan pertolongan pertama bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Salah satu Rumah Oksigen tersebut berlokasi di Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), Senin (31/08/26).
Rumah Oksigen di UMP mulai beroperasi pada Minggu, 29 Agustus 2026. Penanggung jawab Rumah Oksigen UMP, Indah Budiastutik, mengatakan, pendirian fasilitas tersebut merupakan bagian dari gerakan kemanusiaan Muhammadiyah melalui One Muhammadiyah One Respon dalam merespon dampak karhutla.
“Adanya rapat dengan One Muhammadiyah One Respon dalam memberikan layanan dan gerakan kemanusiaan terhadap dampa karhutla ini, maka kami dari Universitas Muhammadiyah Pontianak juga ingin ikut andil dalam berkontribusi memberikan layanan pertolongan pertama,” ujar Indah.
Rumah Oksigen di UMP beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk menunjang pelayanan, mulai dari dua tabung oksigen, empat aksigen berukuran kecil, air purifier, oximeter, alat pengukur suhu tubuh, tensimeter, kursi roda, hingga tandu.
“Intinya masyarakat umum dan siapapun yang mmebutuhkan bantuan pertolongan pertama dan kami sedang buka, insyaallah akan dilayani,” jelasnya.
Namun, bagi masyarakat yang mengalami kondisi kesehatan lebih serius, pihak Rumah Oksigen mengarahkan agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit.
Selain Rumah Oksigen yang berlokasi di UMP, Muhammadiyah Kalimantan Barat juga telah mengoordinasikan sejumlah titik lainnya. Hingga 31 Agustus 2026, Rumah Oksigen telah hadir di ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Polita, SD Muhammadiyah 1, dan SMA Muhammadiyah 1 Paris II. Sejumlah lokasi lain juga tengah dikoordinasikan untuk penyediaan Rumah Oksigen.
Kehadiran Rumah Oksigen tersebut diharapkan dapat menjadi akses pertolongan pertama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik akibat karhutla.
