Sumber : Istimewa
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, Lokal – Content creator lokal, Iyanwj, resmi dinobatkan sebagai Pemenang Award Content Creator Penggerak Digital Terbaik yang diberikan oleh Bank Indonesia Kalimantan Barat dalam Pertemuan Bank Indonesia 2025 pada Jumat, 28 November 2025, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat mengenai literasi digital, khususnya terkait penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran modern. Sebelumnya, Iyan juga pernah memenangkan ajang QRIS Jelajah Budaya Indonesia 2025 sebagai juara 1 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kemenangan tersebut memperkuat rekam jejaknya sebagai kreator muda yang konsisten mempromosikan QRIS sebagai sistem pembayaran modern yang inklusif dan memberi dampak nyata bagi pelaku usaha lokal. “Kemenangan di QRIS Jelajah Budaya menjadi bukti bahwa konten digital yang saya buat bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi anak muda lainnya,” ungkapnya saat ditemui di Perpustakaan Universitas Tanjungpura Kamis, 4 Desember 2025.
Dalam enam bulan terakhir, Iyanwj aktif menciptakan konten edukatif di berbagai platform media sosial yang menjangkau kalangan muda dan pelaku usaha. Melalui gaya penyampaian yang ringan, visual yang menarik, serta bahasa yang mudah dipahami, ia berhasil mengampanyekan penggunaan transaksi non-tunai sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini.
“Penghargaan ini tentu bukan hanya tentang saya, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama membangun ekosistem digital yang lebih inklusif. Saya ingin mengajak generasi muda untuk membiasakan diri menggunakan QRIS sebagai sistem pemabayaran yang sah,” ujar Iyanwj setelah menerima penghargaan.
Menurutnya, penggunaan QRIS bukan hanya memudahkan pengguna, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM. Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih efisien, tercatat otomatis, dan memudahkan proses penjualan di era digital yang serba cepat.
“Dengan satu kode QR kita bisa menerima pembayaran dari berbagai aplikasi keuangan. Ini bukan hanya praktis, tetapi juga aman,” tambahnya.
Selain memberikan efisiensi dalam transaksi, Iyanwj menilai QRIS membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas segmentasi pelanggan. Dengan semakin banyak konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran digital, UMKM dapat bersaing lebih luas dengan pelaku usaha berskala besar.
Ia juga menegaskan bahwa data transaksi digital menjadi modal penting bagi UMKM dalam mengakses pembiayaan. “Ketika penjualan tercatat secara sistematis melalui QRIS, UMKM jadi punya data keuangan yang lebih rapi. Ini sangat membantu saat mereka mengajukan pembiayaan, baik ke bank maupun lembaga keuangan lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iyanwj mengajak anak muda untuk turut menjadi agen perubahan dalam ekosistem pembayaran digital. Menurutnya, kebiasaan positif yang dibangun oleh generasi muda dapat menciptakan efek domino dalam dunia usaha. “Kalau anak muda mulai membiasakan diri membayar pakai QRIS, pelaku usaha juga akan cepat menyediakan opsi pembayaran serupa. Ini akan menciptakan rantai perubahan yang positif,” ujarnya.
Ke depan, ia berencana terus menghasilkan konten edukasi digital yang lebih interaktif, dengan menyasar komunitas pelajar, mahasiswa, hingga UMKM pemula. Ia berharap kampanye digital yang dilakukan mampu memperkuat literasi transaksi digital serta mendorong percepatan transformasi ekonomi daerah.
Menutup pernyataan, Iyanwj menyampaikan harapannya agar kontribusi yang dilakukan dapat menginspirasi kreator muda lainnya untuk terlibat dalam kampanye edukasi digital. “Kita semua bisa mulai dari langkah kecil. Yang penting konsisten dan punya tujuan yang jelas,” tutupnya.
