Sungai Retok
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Bupati Kubu Raya Sujiwo bergerak cepat menanggapi keluhan warga terkait dugaan pencemaran limbah tambang emas di Sungai Retok, Kuala Mandor B, yang viral di media sosial. Melalui akun media sosial pribadinya, Sujiwo menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubu Raya untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi.
“Terima kasih kepada semua yang sudah mention saya. Hari ini petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kubu Raya sudah kami kirim untuk melakukan pemeriksaan awal. Beberapa hari ke depan, hasil laboratoriumnya akan keluar dan akan langsung kami tindak lanjuti,” tegas Sujiwo, Kamis (12/6/2025).
Langkah cepat ini diambil setelah beredarnya video yang menunjukkan kondisi Sungai Retok yang diduga mengalami pencemaran berat selama tiga bulan terakhir. Dalam video tersebut, warga mengeluhkan air sungai yang menyebabkan gatal-gatal serta hasil pancingan ikan yang nyaris tidak ada.
Bupati Sujiwo memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan menunggu hasil laboratorium sebagai dasar untuk langkah-langkah selanjutnya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat Kubu Raya.
Langkah tanggap Bupati Sujiwo mendapat apresiasi dari warganet yang merasa pemerintah hadir dalam situasi darurat lingkungan seperti ini. Warga berharap hasil laboratorium dapat segera keluar dan menjadi dasar penyelesaian masalah secara menyeluruh.
Sementara itu, pihak berwenang dan aparat lingkungan hidup diharapkan bisa bersinergi untuk menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran aktivitas tambang yang merusak ekosistem sungai dan membahayakan warga.
