PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7). Sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai mengikuti kegiatan tersebut.
Edi mengatakan kunjungannya dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan baik sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana sekolah yang menjadi program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
“Hari ini kita melihat langsung masa perkenalan lingkungan sekolah terhadap siswa dan orang tua. Di sini ada sekolah dasar 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa. Kita juga meninjau kondisi bangunan, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas hingga asrama,” kata Edi.
Dari hasil peninjauan, Edi menyebut sebagian besar bangunan sudah dapat digunakan. Namun, masih ada sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang sedang diselesaikan.
“Secara umum bangunan sudah bisa digunakan sebagian, tetapi masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan, seperti drainase, jalan, dan perlengkapan lainnya. Mudah-mudahan dalam satu bulan ke depan semuanya bisa tuntas dan berfungsi secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyelesaian pekerjaan juga mencakup penghijauan kawasan sekolah serta uji fungsi berbagai fasilitas, seperti drainase, toilet, dan utilitas lainnya.
Menurut Edi, sebanyak 270 siswa yang diterima di Sekolah Rakyat seluruhnya berasal dari Kota Pontianak. Mereka telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak.
“Tahun ini ada 270 siswa, masing-masing 90 siswa SD, SMP, dan SMA. Semuanya dari Kota Pontianak. Mereka diseleksi oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, dan merupakan anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan desil 2,” jelasnya.
Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah secara maksimal.
“Kita berharap mereka betah, karena mungkin sebelumnya belum pernah merasakan sekolah dengan fasilitas yang representatif. Di sini semuanya disediakan pemerintah, mulai dari makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal. Mereka tinggal fokus belajar dan beristirahat,” katanya.
Ia juga meminta dukungan orang tua, terutama bagi siswa sekolah dasar, agar proses adaptasi anak selama tinggal di asrama berjalan dengan baik.
Sementara itu, terkait tenaga pendidik, Edi mengatakan saat ini kebutuhan guru masih terus dilengkapi. Sebagian guru telah direkrut melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial, sementara kekurangannya akan dipenuhi secara bertahap.
“Untuk guru sementara direkrut, ada guru kontrak dan tenaga tetap yang didatangkan melalui seleksi Kementerian Sosial. Saat ini ada sekitar 34 guru dan nantinya akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
