PONTIANAK INFORMASI – Memasuki bulan suci Ramadan, Pasar Juadah di halaman Masjid Raya Mujahidin kembali menjadi magnet bagi warga di Pontianak untuk berburu takjil.
Tahun ini, ada sebanyak 108 lapak makanan dan minuman hadir menawarkan beragam pilihan menu berbuka, mulai dari kue tradisional, aneka minuman segar hingga makanan berat untuk santapan berbuka maupun sahur.
Lapak-lapak mulai beroperasi sejak pukul 14.00 WIB dan langsung dipadati pembeli yang datang silih berganti. Tak hanya umat muslim, tetapi juga non-muslim juga turut ikut ‘war takjil’ disana. Suasana ramai bahkan sudah terasa sejak hari pertama pelaksanaan pasar juadah.
Salah seorang pedagang, Selfi (23), mengaku telah datang sejak pukul 11.00 WIB untuk mempersiapkan dagangannya. Warga Sungai Raya Dalam itu mengatakan pengunjung mulai berdatangan sekitar dua jam setelah lapak dibuka.
“Ini hari pertama sudah ramai. Memang di awal-awal puasa biasanya selalu penuh,” ujarnya.
Selfi merupakan satu dari ratusan pelaku UMKM yang membuka lapak di area tersebut. Ia menjual berbagai jenis kue, sebagian merupakan titipan dari pelaku usaha lain, sementara sisanya dibuat langsung oleh keluarganya di rumah.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut positif geliat ekonomi yang tercipta dari aktivitas pasar juadah tersebut. Ia menilai kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi tradisi Ramadan, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kita bersyukur karena kegiatan ini sudah menjadi tradisi setiap Ramadan. Halaman Masjid Raya Mujahidin yang luas dimanfaatkan untuk pasar juadah, dan ini bagian dari siar ekonomi kerakyatan agar UMKM bisa bangkit,” katanya.
Ia menambahkan, hampir seluruh titik pasar juadah yang tersebar di enam kecamatan di Pontianak dipadati pedagang dan pembeli yang ingin mengambil berkah Ramadan melalui meningkatnya aktivitas ekonomi.
Edi juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kualitas sajian, terutama dari sisi kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual kepada masyarakat.
“Pasar juadah ini menunjukkan semangat masyarakat dalam mengambil berkah Ramadan. Tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga menghadirkan keberkahan,” pungkasnya.
