PONTIANAK INFORMASI – Pebulu tangkis asal Kalimantan Barat, Muhammad Naufal, mencuri perhatian di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026. Meski merupakan penyandang disabilitas tuna rungu, Naufal mampu bersaing dengan para pebulu tangkis dari berbagai negara hingga menembus babak utama.
Tampil di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Naufal mengawali perjuangannya dari babak kualifikasi. Ia langsung menunjukkan performa meyakinkan saat menghadapi wakil Brunei Darussalam, M Iqbal.
Naufal menang dua gim langsung dengan skor 21-4, 21-15 dan melaju ke final kualifikasi.
Tantangan berikutnya datang dari wakil Malaysia, Jovian Francis. Naufal kembali tampil solid dan mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-15, 21-18.
Hasil tersebut memastikan Naufal mendapatkan tiket ke babak utama Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Namun, perjalanan Naufal harus terhenti di babak utama setelah menghadapi pemain Indonesia, Christian Adinata, yang merupakan mantan pemain Pelatnas.
Meski kalah dua gim langsung 15-21, 15-21, Naufal mampu memberikan perlawanan dan membuat Christian harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan.
Pelatih bulu tangkis Kalimantan Barat, Rony Alkusari, mengapresiasi perjuangan Naufal yang mampu bersaing dalam turnamen bertaraf internasional tersebut.
“Dari hasil pertandingan ini, kita jadikan bahan evaluasi dari latihan selama ini agar bisa lebih baik ke depannya. Yang luar biasa, atlet tuna rungu kita mampu membuktikan diri bisa bersaing di tingkat internasional,” ujar Rony, Rabu (26/8/2026).
Menurut Rony, penampilan Naufal menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang bagi seorang atlet untuk menunjukkan kemampuan di level kompetitif.
Tampil di hadapan publik sendiri, perjuangan Naufal di Polytron Pontianak International Challenge 2026 juga menjadi cerita inspiratif. Ia tidak hanya membawa nama Kalimantan Barat, tetapi menunjukkan bahwa atlet penyandang disabilitas juga mampu bersaing dalam kompetisi olahraga berlevel internasional.
