Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • BMKG Ungkap OMC Tak Bisa Dilakukan di Semua Wilayah Kalbar
  • News

BMKG Ungkap OMC Tak Bisa Dilakukan di Semua Wilayah Kalbar

Editor PI 23/08/2026
IMG_6392

PONTIANAK INFORMASI – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak bisa dilakukan di seluruh wilayah yang terdampak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalbar menyebut OMC hanya efektif jika terdapat bibit awan hujan yang dapat disemai.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar, Soetikno, mengatakan OMC direncanakan kembali dilakukan sekitar 23-26 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya akan difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

“OMC hanya bisa dilakukan ketika memang ada potensi awan penghujannya,” kata Soetikno.

Menurutnya, wilayah utara Kalbar menjadi salah satu kawasan yang berpotensi dilakukan OMC karena masih memiliki peluang munculnya bibit awan hujan. Beberapa wilayah tersebut di antaranya Sanggau, Bengkayang, dan Sambas.

Dalam prosesnya, awan yang memiliki potensi tumbuh akan disemai agar dapat berkembang menjadi lebih besar dan menghasilkan hujan.

“Ketika ada potensi awan penghujan, kemudian akan dilakukan penyemaian awan, sehingga diharapkan awannya yang misalnya potensi tumbuhnya ukuran sedang bisa berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.

Namun, kondisi berbeda terjadi di wilayah selatan Kalbar, seperti Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya bagian selatan. Wilayah tersebut diprediksi memiliki potensi hujan yang sangat rendah.

Karena itu, OMC tidak diarahkan ke wilayah tersebut.

“Ketapang, Kayong, terus Kubu Raya bagian selatan yang potensi hujannya sangat kecil sekali, itu malah justru tidak dilakukan OMC ke sana, karena akan percuma saja kalau dilakukan OMC di sana, karena belum ada bibit awan penghujannya,” jelas Soetikno.

Karhutla Masih Berpotensi Berlanjut

Kondisi minimnya hujan membuat potensi karhutla di Kalbar masih tinggi. BMKG memprediksi curah hujan di Kalbar masih rendah hingga September 2026.

Soetikno menyebut kondisi tersebut membuat karhutla berpotensi terus berlangsung hingga setidaknya akhir September.

Sementara itu, wilayah yang memiliki titik karhutla seperti Ketapang dan Kayong Utara juga berada dalam kondisi angin yang cukup kencang. Arah angin dominan dari tenggara hingga selatan sehingga asap berpotensi terbawa menuju wilayah lain.

“Kalau ada karhutla kemungkinan malah akan cepat merambatnya,” katanya.

BMKG juga mewaspadai asap dari wilayah selatan Kalbar terbawa menuju Bandara Supadio dan Kota Pontianak, bahkan berpotensi menimbulkan asap lintas batas ke negara tetangga.

BMKG memperkirakan kondisi curah hujan mulai kembali normal pada Oktober 2026, meski tidak serta-merta terjadi pada awal bulan tersebut. (Lid)

Tags: BMKG BMKG Kalbar Hujan Karhutla OMC

Continue Reading

Previous: BPBD Pontianak Siaga Cegah Karhutla Meluas ke Wilayah Kota Pontianak
Next: Presiden Prabowo Tinjau Lahan Terbakar di Kubu Raya, Ria Norsan: Dukungan Pusat Percepat Penanganan Karhutla

Related Stories

IMG_9053
  • Lokal
  • News

Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang

Editor PI 12/09/2026
IMG_9016
  • Lokal
  • News

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya

Editor PI 12/09/2026

Berita Terbaru

  • Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional 12/09/2026
  • Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang 12/09/2026
  • Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya 12/09/2026
  • Dikira Bajak Laut, Hebohnya Warga Saat Lihat Kapal Amfibi Jepang Bantu Karhutla Menepi di Pantai Karta Bengkayang 12/09/2026
  • Raperda Perubahan APBD Kalbar 2026 Disetujui, Tambah Rp550 Miliar untuk Pembangunan dan Karhutla 12/09/2026
  • Usia 81 Tahun, RRI Ubah Paradigma: Jemput Bola Pendengar di Era Digital 11/09/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_9053
  • Lokal
  • News

Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang

Editor PI 12/09/2026
IMG_9016
  • Lokal
  • News

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Dikira Bajak Laut, Hebohnya Warga Saat Lihat Kapal Amfibi Jepang Bantu Karhutla Menepi di Pantai Karta Bengkayang

Editor PI 12/09/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.