PONTIANAK INFORMASI – Pasangan ganda putra Indonesia, Dexter/Anselmus, berhasil melaju ke babak perempat final Polytron Pontianak International Challenge 2026, Jumat (28/8/26)
Keduanya mengaku sempat mengalami kendala pada gim pertama karena masih berusaha membaca karakter bola dan pola permainan lawan. Namun, memasuki gim kedua, Dexter/Anselmus mulai menemukan ritme dan mampu mengatasi permainan lawan dengan lebih baik.
“Pertama-tama, puji Tuhan, kami bermain dengan baik hari ini meskipun ada sedikit kendala. Namun, kami berdua bisa mengatasinya,” kata Dexter.
Menurutnya, kendala paling terasa terjadi pada gim pertama. Mereka masih belum terlalu memahami karakter bola yang diberikan lawan sehingga permainan belum berjalan maksimal.
“Kendalanya terutama di gim pertama. Kami masih meraba-raba dan belum terlalu memahami karakter bola dari lawan. Kemudian, pada gim kedua, kami mulai memahami cara mengatasi bola dari lawan,” ujarnya.
Setelah memastikan tiket ke perempat final, Dexter/Anselmus akan kembali bertanding pada hari berikutnya. Keduanya memilih fokus menjaga kondisi fisik agar dapat tampil maksimal.
“Sekarang sudah lolos ke perempat final. Besok kami akan bermain lagi, jadi yang harus dievaluasi sebenarnya cukup banyak. Namun, yang paling penting adalah fokus menjaga kondisi agar bisa bermain dengan baik. Kami harus beristirahat dengan cukup,” tuturnya.
Meski mengaku cukup puas dengan penampilan mereka sejauh ini, Dexter/Anselmus tidak ingin cepat berpuas diri. Mereka masih ingin meningkatkan permainan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Sejauh ini kami berdua lumayan puas dengan performa yang sudah ditampilkan. Namun, kami tidak mau terlalu cepat puas. Kami harus tetap fokus dan terus meningkatkan permainan,” katanya.
Chemistry juga menjadi salah satu modal pasangan ini. Dexter mengungkapkan, keduanya sudah cukup dekat karena tinggal satu kamar di asrama.
“Untuk chemistry, kami sebenarnya sudah cukup dekat karena di asrama kami juga sekamar. Jadi, kami sudah sering ngobrol dan berkomunikasi bersama,” pungkasnya.
