PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan berupa genset, alat tangkap, dan beras kepada kelompok nelayan di tiga kecamatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban operasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil.
Perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi, Romadon, mengatakan bantuan yang diberikan pemerintah sangat membantu aktivitas melaut, terutama setelah nelayan kini mulai memperoleh akses BBM bersubsidi.
“Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM,” kata Romadon usai penyerahan bantuan di Kampung Nelayan Gang H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Selasa (21/7).
Sebelumnya, kata dia, nelayan harus membeli BBM dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter. Kini, melalui rekomendasi dari pelabuhan, mereka dapat memperoleh BBM subsidi sehingga biaya melaut menjadi lebih ringan.
Romadon juga mengapresiasi perhatian Pemkot Pontianak terhadap nelayan. Menurutnya, kesempatan berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota dan jajaran pemerintah menjadi ruang bagi nelayan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Tahun ini, Pemkot Pontianak menyalurkan lima unit mesin genset kepada lima kelompok nelayan, bantuan alat tangkap kepada tujuh kelompok nelayan, serta bantuan cadangan pangan berupa 10 kilogram beras kepada 151 keluarga nelayan yang tersebar di tiga kecamatan.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi nelayan kecil, khususnya yang menggunakan kapal di bawah 10 gross tonnage (GT).
“Untuk meringankan beban mereka, pemerintah kota memberikan bantuan genset, kemudian bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan,” ujarnya.
Selain membantu kebutuhan jangka pendek, Pemkot juga memberikan bantuan jaring untuk mendukung aktivitas nelayan yang menggunakan sampan bermesin agar hasil tangkapan mereka meningkat.
Meski demikian, Bahasan mengakui jumlah bantuan yang disalurkan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan. Karena itu, Pemkot akan berupaya agar lebih banyak nelayan dapat menerima bantuan pada tahun-tahun berikutnya.
“Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan pihaknya akan memperbarui data kelompok nelayan yang masih aktif agar program bantuan lebih tepat sasaran.
Menurutnya, perhatian akan difokuskan kepada nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk menangkap ikan di Sungai Kapuas. Ke depan, pemerintah juga akan memperkuat pendampingan melalui penyuluh perikanan yang kini berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Secara bertahap kita akan meningkatkan kapasitas nelayan, sekaligus memastikan mereka mendapatkan pendampingan agar usaha perikanannya semakin berkembang,” ujarnya.
