Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Oknum TNI Terlibat Penyeludupan 5.400 Telur Penyu untuk Dijual ke Malaysia
  • Lokal
  • News

Oknum TNI Terlibat Penyeludupan 5.400 Telur Penyu untuk Dijual ke Malaysia

Editor PI 18/07/2025
IMG_6129

PIFA, Lokal – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 5.400 butir telur penyu dari Kepulauan Riau ke Kalimantan Barat (Kalbar).

Penyelundupan ini melibatkan dua pelaku, yakni seorang anggota aktif TNI dari Kodam Tanjungpinang dan seorang perempuan berinisial MU.

Penangkapan dua pelaku tersebut setelah tim gabungan melakukan pengembangan kepemilikan 5.400 butir telur penyu yang sebelumnya diamankan di kapal KMP. Bahtera Nusantara 03, di Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas.

Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa telur-telur tersebut disimpan dalam kardus dan ransel, kemudian diletakkan di area parkir kendaraan kapal guna mengelabui petugas.

“Modus operandi pelaku dimulai dari pembelian telur penyu di wilayah Tambelan, kemudian dibawa menggunakan kapal menuju Sintete. Dari sana, telur dijual ke pelaku lain di Serikin Malaysia, melalui jalur tikus di perbatasan,”ungkapnya dalam konferensi pers di PSDKP Pontianak, Jumat (18/7/25)

Pung Nugroho Saksono mengungkapkan, pelaku menjual telur penyu dengan harga bervariasi. Di daerah asal, harga berkisar Rp1.700 per butir. Setelah tiba di Pemangkat, dijual dengan harga Rp2.400–Rp2.700, lalu dijual kembali di Malaysia seharga Rp10.000–Rp12.000 per butir.

“Total telur yang disita sebanyak 5.400 butir, dengan nilai ekonomi sekitar Rp81 juta. Namun kerugian ekologis yang ditimbulkan jauh lebih besar, diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar,”

Lebih lanjut, Pung Nugroho mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku berinisial MU sudah berulang kali melakukan penyelundupan telur penyu dari beberapa lokasi seperti Batam, Pulau Tiga, dan Sambas.

Pada 4 Juli lalu, Polisi Diraja Malaysia juga menangkap empat orang di Sarawak karena menyimpan dan menjual telur penyu, salah satunya merupakan pembeli dari pelaku MU.

“Ia menjualnya kepada pihak-pihak yang kemudian mengedarkan ke Malaysia,” tambahnya.

Dalam penanganannya, proses hukum terhadap anggota TNI yang terlibat akan ditangani oleh auditor militer, sementara pelaku sipil ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum umum.

Kejahatan ini termasuk dalam pelanggaran lintas negara dengan ancaman hukuman hingga 8 tahun penjara dan denda maksimal Rp1,5 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 92 Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam.

Saat ini, kerjasama antara aparat Indonesia dan Polisi Diraja Malaysia terus ditingkatkan untuk membongkar jaringan yang terlibat. Seluruh pihak diimbau menghentikan praktik ini karena menyangkut harga diri bangsa dan keberlangsungan alam.

“Kami ingin masyarakat tahu, telur penyu bukan untuk dikonsumsi. Penyu adalah satwa dilindungi. Konsumsi telur penyu berdampak pada ekosistem laut, memutus rantai kehidupan, bahkan bisa menyebabkan kepunahan,” tukasnya.

Tags: Kalbar Oknum TNI Penyeludupan Pontianak Telur Penyu

Continue Reading

Previous: Patrick Kluivert Konfirmasi Ole Romeny Patah Tulang Kaki, Siapkan Rencana Cadangan untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Next: Ini Penjelasan Disdikbud Kalbar Soal Tak Ada SMA Negeri di Tanray 1 Pontianak

Related Stories

33752560-3bbb-43c2-bc3e-50aeb1ebcaa6
  • Lokal
  • News

Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, Bahasan Dorong Anak Muda Jadi Generasi Islami dan Adaptif

Editor PI 12/05/2026
9b1f17cc-18e9-48c5-9a08-2578f74022b6
  • Lokal
  • News

Ibu Wapres Kunjungi Dekranasda Kalbar, Erlina Harap Kerajinan Lokal Makin Dikenal

Editor PI 12/05/2026
IMG_4655
  • Lokal
  • News

Bupati Sujiwo: MBG Harus Zero Keracunan

Editor PI 12/05/2026

Berita Terbaru

  • Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, Bahasan Dorong Anak Muda Jadi Generasi Islami dan Adaptif 12/05/2026
  • Ibu Wapres Kunjungi Dekranasda Kalbar, Erlina Harap Kerajinan Lokal Makin Dikenal 12/05/2026
  • Bupati Sujiwo: MBG Harus Zero Keracunan 12/05/2026
  • Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif 12/05/2026
  • Kemenekraf RI Dorong Mahasiswa UNTAN Asah Kreativitas untuk Hadapi Dunia Kerja 12/05/2026
  • Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar, Speaker Dewan Juri Disebut Bermasalah 12/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

33752560-3bbb-43c2-bc3e-50aeb1ebcaa6
  • Lokal
  • News

Buka MTQ XXXIV Kecamatan Pontianak Kota, Bahasan Dorong Anak Muda Jadi Generasi Islami dan Adaptif

Editor PI 12/05/2026
9b1f17cc-18e9-48c5-9a08-2578f74022b6
  • Lokal
  • News

Ibu Wapres Kunjungi Dekranasda Kalbar, Erlina Harap Kerajinan Lokal Makin Dikenal

Editor PI 12/05/2026
IMG_4655
  • Lokal
  • News

Bupati Sujiwo: MBG Harus Zero Keracunan

Editor PI 12/05/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Sekda Kalbar Soroti Polemik LCC 4 Pilar, Minta Dewan Juri Berlaku Adil dan Objektif

Editor PI 12/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.