PONTIANAK INFORMASI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat kembali didistribusikan setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu sekolah yang kembali menerima manfaat program tersebut adalah SMK Negeri 1 Pontianak.
Kepala SMKN 1 Pontianak, Anis Syarifudin, menyambut antusias berjalannya kembali program MBG di awal tahun 2026. Ia menyebut program ini sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi, khususnya saat jam makan siang.
“Tentunya kami di SMK Negeri 1 Pontianak sangat antusias memasuki tahun 2026 dengan MBG ini. Anak-anak memang sangat membutuhkan asupan gizi, terutama saat makan siang,” ujar Anis.
Menurut Anis, sejauh ini pelaksanaan distribusi MBG berjalan lancar. Kendala yang kadang muncul hanya terkait penyesuaian waktu distribusi.
“kendala secara umum sih tidak memang cuma kadang-kadang waktunya saja yang perlu kita sinkronkan kita mantapkan kesepakatannya dengan pihak SPPG adalah waktunya karena kalau waktunya bergeser kita kan sini juga repot ada yang sudah dapat ada yang belum,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak sekolah melakukan pengawasan terhadap kualitas makanan. Sebelum dibagikan, makanan dicek secara sampling oleh tim sekolah. Siswa pun diimbau melapor jika menemukan makanan yang diragukan kelayakannya.
“Pernah ada satu kejadian makanan yang kami anggap tidak layak, langsung kami setop dan laporkan untuk dikembalikan. Tapi itu hanya satu, selebihnya aman,” ungkap Anis.
Sementara itu, Kepala SPPG Dapur Mitra SPPG Pontianak di Ume Kitchen, Erdila Kidrian, memastikan bahwa pelaksanaan MBG di awal 2026 berjalan lancar berkat kerja sama tim.
“Untuk tahun 2026 ini MBG tetap berjalan dengan lancar dan kita semua bersama tim selalu bekerja sama kompak dari persiapan hingga distribusi sehingga pada tahun 2026 ini proses MBG tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.
Untuk hari pertama distribusi MBG di wilayah Pontianak Sungai Bangkong, menu yang disajikan antara lain ayam goreng tepung, nasi putih, capcay, semur tahu, dan buah semangka.
Erdila juga menyampaikan bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya tetap menyalurkan MBG khusus untuk posyandu. Saat ini, dapur SPPG yang dipimpinnya melayani enam sekolah yang terdiri dari tiga TK, satu SD, satu SMP, dan satu SMK, serta tujuh posyandu.
“Total penerima manfaat saat ini mencapai 2.853 orang, dengan jumlah pegawai sebanyak 43 orang,” pungkasnya.
