PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memastikan Kalimantan Barat siap menjadi tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung melalui pengecekan fasilitas dan sarana prasarana di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Selasa (2/6/2026).
Dalam peninjauan itu, Norsan didampingi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalbar.
Menurut Norsan, pengecekan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai pusat penyelenggaraan pelatihan bagi pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita meninjau tempat diklat PKN II yang akan diadakan di Kalbar, tepatnya di BPSDM. Kita melihat sarana dan prasarananya karena kegiatan ini diperuntukkan bagi pejabat eselon II. Kalbar sudah cukup lama tidak menyelenggarakan kegiatan ini, bahkan terakhir sekitar 20 tahun lalu,” kata Norsan.
Dari hasil peninjauan tersebut, Pemprov Kalbar akan melakukan sejumlah pembenahan terhadap fasilitas yang dinilai perlu ditingkatkan, terutama yang berkaitan dengan kenyamanan peserta selama mengikuti pelatihan.
“Ada beberapa fasilitas yang masih layak digunakan dan ada yang perlu diperbaiki. Yang menjadi perhatian utama adalah toilet dan sistem sanitasi air bersih agar peserta merasa nyaman selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Norsan mengatakan hasil evaluasi lapangan itu akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana BPSDM menjelang pelaksanaan PKN II.
Selain kesiapan fasilitas, ia menilai Kalimantan Barat memiliki keunggulan tersendiri dibanding daerah lain sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan tingkat nasional. Salah satunya adalah posisi strategis Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan studi lapangan atau studi banding yang menjadi bagian dari rangkaian PKN II.
“Kalbar punya keunggulan karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Peserta nantinya bisa melakukan studi lapangan ke kawasan perbatasan, melihat tata kota di Kuching, serta mempelajari berbagai aspek pembangunan dan budaya yang ada di sana,” jelasnya.
Norsan berharap penyelenggaraan PKN II tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Kalimantan Barat kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Ini kesempatan yang baik untuk menunjukkan potensi Kalbar kepada peserta yang datang dari seluruh Indonesia,” pungkasnya.
