Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Ria Norsan Dorong Inklusi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Kalbar, UMKM Jadi Fokus Utama
  • Lokal
  • News

Ria Norsan Dorong Inklusi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Kalbar, UMKM Jadi Fokus Utama

Editor PI 29/07/2026
6720c35b-cf89-400d-8600-da3b366d241d

PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk memperkuat inklusi keuangan sebagai salah satu strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Norsan saat mengikuti Virtual Assessment Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (29/7).

Menurut Norsan, akses terhadap layanan keuangan tidak hanya penting untuk memperluas penggunaan produk keuangan formal, tetapi juga menjadi fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui TPAKD, kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Barat, termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan formal. Inklusi keuangan menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” kata Norsan.

Ia menjelaskan, TPAKD Kalbar telah dibentuk sejak 2018 dan kini sudah hadir di seluruh 14 kabupaten/kota. Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi, pendampingan, hingga dukungan anggaran agar program percepatan akses keuangan berjalan optimal.

Norsan menyebut Kalbar memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, konstruksi, pendidikan, hingga kesehatan. Potensi tersebut didukung keberadaan lebih dari 225 ribu pelaku UMKM yang menjadi sasaran utama perluasan akses pembiayaan dan peningkatan literasi keuangan.

“Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tugas kita memastikan potensi tersebut didukung akses pembiayaan yang memadai, pendampingan usaha, serta literasi keuangan yang baik sehingga UMKM dapat naik kelas dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat Kalbar mencapai 51,95 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 84,16 persen.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, TPAKD Kalbar telah menetapkan delapan program prioritas pada 2025. Program itu meliputi pemberdayaan UMKM, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), perluasan titik akses layanan keuangan, digitalisasi UMKM, perlindungan pelaku usaha sektor pertanian dan peternakan, edukasi investasi, optimalisasi jaminan sosial, serta peningkatan literasi keuangan dan business matching.

Norsan menegaskan, keberhasilan perluasan akses keuangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

“Ke depan kami akan terus memperkuat peran TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat,” tutupnya.

“Melalui TPAKD, kami ingin memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Barat, termasuk di wilayah terpencil dan perbatasan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan formal. Inklusi keuangan menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata,” kata Norsan.

Ia menjelaskan, TPAKD Kalbar telah dibentuk sejak 2018 dan kini sudah hadir di seluruh 14 kabupaten/kota. Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi, pendampingan, hingga dukungan anggaran agar program percepatan akses keuangan berjalan optimal.

Norsan menyebut Kalbar memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pertanian, kehutanan, perikanan, perdagangan, konstruksi, pendidikan, hingga kesehatan. Potensi tersebut didukung keberadaan lebih dari 225 ribu pelaku UMKM yang menjadi sasaran utama perluasan akses pembiayaan dan peningkatan literasi keuangan.

“Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Tugas kita memastikan potensi tersebut didukung akses pembiayaan yang memadai, pendampingan usaha, serta literasi keuangan yang baik sehingga UMKM dapat naik kelas dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat Kalbar mencapai 51,95 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 84,16 persen.

Untuk meningkatkan capaian tersebut, TPAKD Kalbar telah menetapkan delapan program prioritas pada 2025. Program itu meliputi pemberdayaan UMKM, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), perluasan titik akses layanan keuangan, digitalisasi UMKM, perlindungan pelaku usaha sektor pertanian dan peternakan, edukasi investasi, optimalisasi jaminan sosial, serta peningkatan literasi keuangan dan business matching.

Norsan menegaskan, keberhasilan perluasan akses keuangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, hingga pemerintah kabupaten/kota.

“Ke depan kami akan terus memperkuat peran TPAKD dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin mudah dijangkau masyarakat,” tutupnya.

Tags: Gubernur Kalbar Inklusi Keuangan Pemprov Kalbar Ria Norsan

Continue Reading

Previous: Angklung Menggema Sambut MAXI Yamaha Day 2026 Jawa Barat, Padukan Touring dan Budaya dalam Satu Perjalanan Menuju Kuningan
Next: Main HP Saat Kepala BGN Bicara, Korwil Kayong Utara Kena Sanksi Mutasi ke Papua

Related Stories

IMG_9053
  • Lokal
  • News

Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang

Editor PI 12/09/2026
IMG_9016
  • Lokal
  • News

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya

Editor PI 12/09/2026

Berita Terbaru

  • Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional 12/09/2026
  • Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang 12/09/2026
  • Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya 12/09/2026
  • Dikira Bajak Laut, Hebohnya Warga Saat Lihat Kapal Amfibi Jepang Bantu Karhutla Menepi di Pantai Karta Bengkayang 12/09/2026
  • Raperda Perubahan APBD Kalbar 2026 Disetujui, Tambah Rp550 Miliar untuk Pembangunan dan Karhutla 12/09/2026
  • Usia 81 Tahun, RRI Ubah Paradigma: Jemput Bola Pendengar di Era Digital 11/09/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_9053
  • Lokal
  • News

Thomas Budiman Daftar Calon Ketua PASI Kalbar, Siap Tingkatkan Prestasi Atlet ke Level Internasional

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Wagub Krisantus Sentil Korporasi Ikut Padamkan Karhutla: Jangan Nonton Doang

Editor PI 12/09/2026
IMG_9016
  • Lokal
  • News

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kualitas Udara Pontianak Masuk Kategori Berbahaya

Editor PI 12/09/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Dikira Bajak Laut, Hebohnya Warga Saat Lihat Kapal Amfibi Jepang Bantu Karhutla Menepi di Pantai Karta Bengkayang

Editor PI 12/09/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.