Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Wako Edi Sampaikan Beban Fiskal ke Banggar DPR RI, Minta Dana Transfer Daerah Dikembalikan ke Posisi Awal
  • Lokal
  • News

Wako Edi Sampaikan Beban Fiskal ke Banggar DPR RI, Minta Dana Transfer Daerah Dikembalikan ke Posisi Awal

Editor PI 16/07/2026
53eec7b1-b275-4edf-bb82-a947d4d970e1

PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memperjuangkan pengembalian dana transfer ke daerah yang dipangkas sebesar Rp235 miliar. Menurutnya, pengurangan anggaran tersebut berdampak besar terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Kota Pontianak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Edi saat Rapat Koordinasi Pembahasan Kebijakan Penerimaan dan Pengalokasian Dana Transfer ke Daerah dalam APBN di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (15/7).

“Kota Pontianak dikurangi senilai Rp235 miliar. Ini sangat mengganggu kemampuan fiskal dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” kata Edi.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap keuangan daerah sudah dirasakan sejak periode pertama kepemimpinannya ketika pandemi Covid-19 memaksa pemerintah mengalihkan anggaran untuk penanganan kesehatan dan bantuan sosial. Memasuki periode kedua, Pemkot kembali menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, kata Edi, Pontianak memiliki beban pelayanan yang lebih besar dibanding daerah lain. Selain menjadi pusat perdagangan dan jasa, kota ini juga menghadapi tingginya mobilitas penduduk, kebutuhan infrastruktur, hingga aktivitas pelabuhan yang terus meningkat.

Karena itu, ia berharap Banggar DPR RI dapat memperjuangkan agar alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dikembalikan seperti sebelum dilakukan pemotongan.

“Kami berharap dengan kehadiran Badan Anggaran ini bisa menyuarakan dan mengembalikan dana transfer daerah ke posisi awal,” ujarnya.

Selain persoalan dana transfer, Edi juga menyoroti beban pembiayaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Menurutnya, anggaran untuk PPPK sebaiknya tidak seluruhnya dibebankan kepada APBD, tetapi mendapat dukungan dari APBN.

“Kami berharap anggaran PPPK ini tidak semuanya dibebankan kepada APBD, tetapi juga didukung dari APBN,” katanya.

Edi juga menilai sejumlah regulasi turut mempersempit ruang fiskal daerah. Di antaranya pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen, penurunan tarif maksimum pajak parkir dari 20 persen menjadi 10 persen, hingga pembebasan retribusi rumah kos yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

Di sisi lain, Pemkot Pontianak juga tidak menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur, padahal kebutuhan pembangunan jalan, pendidikan, dan kesehatan masih cukup besar. Kondisi jalan kota juga semakin terbebani oleh meningkatnya aktivitas angkutan kontainer dari Pelabuhan Kijing.

“Pelabuhan dan kontainer semakin besar dan semakin berat. Ini sangat mempercepat kerusakan jalan-jalan di Kota Pontianak,” ujarnya.

Tags: Banggar DPR RI TKD Transfer Daerah Wali Kota Edi Kamtono Wali Kota Pontianak

Continue Reading

Previous: Bahasan: Semua ASN Harus Punya Kesempatan yang Sama untuk Berkarier
Next: Wagub Krisantus Minta Banggar DPR Kaji Ulang Skema Dana Bagi Hasil untuk Daerah Penghasil

Related Stories

IMG_1590
  • Lokal
  • News

Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi

Editor PI 20/07/2026
c15a9dfc-0ba6-4ecb-bde3-4b52163e482f
  • Lokal
  • News

Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD

Editor PI 20/07/2026
4d6c0e3a-0376-4b06-a185-fd4b92e63ed4
  • Lokal
  • News

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja

Editor PI 20/07/2026

Berita Terbaru

  • Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi 20/07/2026
  • Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD 20/07/2026
  • Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja 20/07/2026
  • Sekda Kalbar Minta Bapenda Berani Pasang Target PAD Lebih Tinggi 20/07/2026
  • Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Bersorak Saat Nobar di Jalan Rahadi Oesman Pontianak 20/07/2026
  • MPLS Sekolah Cerlang Pontianak Libatkan Orang Tua Bangun Sinergi Pendidikan 20/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1590
  • Lokal
  • News

Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi

Editor PI 20/07/2026
c15a9dfc-0ba6-4ecb-bde3-4b52163e482f
  • Lokal
  • News

Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD

Editor PI 20/07/2026
4d6c0e3a-0376-4b06-a185-fd4b92e63ed4
  • Lokal
  • News

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja

Editor PI 20/07/2026
93a07752-cbe5-45c0-8e8b-b0a793f78a47
  • Lokal
  • News

Sekda Kalbar Minta Bapenda Berani Pasang Target PAD Lebih Tinggi

Editor PI 20/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.