PONTIANAK INFORMASI, NASIONAL – Istana Kepresidenan memastikan bahwa aparat keamanan yang memukul perut seorang warga saat berswafoto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Samarinda pada Minggu (8/9) bukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Protokol dan Pers Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, pada Selasa (10/9).
Yusuf menjelaskan bahwa pengamanan Presiden terdiri dari berbagai unsur, di mana Paspampres bertugas di Ring 1, sementara personel TNI/Polri bertugas di Ring 2 dan 3. Ia menegaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan Paspampres, pihaknya dapat memastikan bahwa tidak ada pemukulan yang dilakukan oleh anggota Paspampres.
Menurutnya, melalui program ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pontianak selain pendidikan, PDRB dan kemiskinan. Kesehatan masyarakat menjadi hal penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.
“Dengan demikian, semakin sehat masyarakat maka semakin meningkat pula tingkat IPM tersebut,” ucapnya.
Ketua Baznas Kota Pontianak Sulaiman menuturkan, program layanan kesehatan gratis ini merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Baznas Kota Pontianak.
“Program ini akan dilaksanakan sebulan dua kali dengan pembagian enam kecamatan secara bergantian,” terangnya.
Layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini menyasar warga dhuafa yang ada di sekitar Masjid Agung Al Falah. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain cek gula darah, kolesterol dan lainnya.
“Selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kami juga memberikan paket sembako bagi 50 orang yang sudah terdata,” kata Sulaiman.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan program ini perlu adanya kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak khususnya Dinas Kesehatan serta puskesmas setempat.
“Kami berterima kasih kepada Pemkot Pontianak dan perangkat daerah yang selalu mendukung dan mau berkolaborasi pada program-program kami sehingga dapat berjalan dengan lancar, ” jelasnya. (ad)
