Sopir Angdes Serobot Antrian Isi BBM (Foto: Istimewa)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, digemparkan oleh insiden penembakan seorang sopir angkutan desa (angdes) yang diduga akibat perselisihan rebutan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU setempat. Korban atas nama Oberta Parjiman alias Obi tewas setelah ditembak di bagian perut sebelah kiri oleh seorang pengendara mobil Toyota Innova Reborn. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/10/2025) sore.
Menurut informasi yang dihimpun, ketegangan bermula saat korban dan rekannya berada di antrean SPBU Limau Sembawa. Korban diduga menyerobot antrean BBM sehingga memicu cekcok dengan pengendara Innova hitam yang nomor polisi 1719 BG. Perselisihan pun berlanjut hingga keduanya saling kejar di Jalan Lintas Timur Palembang-Betung.
Ketegangan semakin memuncak saat mereka berhenti di pinggir jalan Desa Tanjung Agung dan saling berkelahi. “Pelaku kembali ke mobil, mengambil pistol, dan menembak Obi hingga korban tersungkur bersimbah darah,” ungkap Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, dikutip detikSumbagsel. Penumpang angkutan yang sebagian besar pelajar itu panik dan berhamburan keluar dari kendaraan.
Selain Obi yang meninggal, rekannya yang bernama M. Dwi Yulianto juga terluka akibat ditembak pelaku. Dwi kini menjalani perawatan intensif di RSUD Banyuasin. Polisi telah mengamankan tiga pelaku penembakan berinisial HS (31), IG (35), dan DSP (23) pada malam yang sama di rumah masing-masing di Desa Regan Agung, Kecamatan Banyuasin III, kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian setempat yang berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasan dalam kasus ini. “Benar, pelaku sudah berhasil diamankan kurang dari 12 jam setelah kejadian. Rencananya siang ini akan kami rilis secara resmi,” tambah AKBP Ruri Prastowo.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian masih merasa terguncang karena pertikaian yang berawal dari masalah sepele, yakni merebut antrean isi BBM, berujung pada tindakan kekerasan yang fatal. Penembakan ini juga membuka perhatian pada pentingnya ketertiban dan sikap tenggang rasa di tempat umum demi menghindari insiden serupa.
Korban Oberta Parjiman telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk visum, sementara kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian Banyuasin.
