PONTIANAK INFORMASI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak menertibkan sejumlah gerobak milik pedagang kaki lima (PKL) yang ditinggalkan di trotoar dan fasilitas umum usai berjualan.
Kepala Satpol PP Pontianak, Ahmad Sudiyantoro, mengatakan penertiban dilakukan setelah pihaknya rutin melakukan patroli di enam kawasan di Kota Pontianak.
Ia mengatakan dari patroli tersebut, petugas masih menemukan PKL yang berjualan tidak pada tempatnya atau melanggar peraturan daerah (perda).
“Awalnya kita lakukan sosialisasi dan pemberitahuan. Jika masih ditemukan di lokasi yang sama dengan gerobak yang sama, kita tempelkan stiker peringatan. Dihari ketiga belum dipindahkan, maka kita lakukan penindakan dengan mengangkut gerobak tersebut,” jelasnya, Selasa (28/4/26)
Toro mengatakan gerobak yang diamankan bisa diambil oleh pemiliknya. Namun, pemilik diwajibkan membuat surat pernyataan agar tidak kembali berjualan di lokasi terlarang.
“Kita tidak langsung memberikan denda. Kita minta mereka membuat pernyataan tidak mengulangi. Selain itu, kita juga memberikan solusi agar gerobak disimpan di tempat yang aman, bukan ditinggalkan di pinggir jalan atau trotoar,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa PKL yang menggunakan kontainer juga telah diarahkan untuk memasang roda agar mudah dipindahkan. Namun, di lapangan masih ditemukan gerobak berukuran besar yang sulit diangkut karena telah dimodifikasi.
Adapun lokasi yang dilarang untuk berjualan menggunakan gerobak meliputi badan jalan, trotoar, atas parit, serta fasilitas umum lainnya yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.
Toro menegaskan sesuai aturan, gerobak yang tidak diambil dalam waktu enam hari dapat dimusnahkan. Selain itu, pelanggar juga terancam denda sebesar Rp500 ribu.
“Silakan berjualan, tapi gerobaknya dibawa pulang. Jangan ditinggalkan dan dibiarkan di trotoar,” tegasnya.
Satpol PP mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kebersihan Kota Pontianak.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menciptakan Kota Pontianak yang bersih, tertib, dan aman. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Lid)
