PONTIANAK INFORMASI – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak masyarakat meninggalkan dikotomi antara warga “asli” dan “pendatang” saat menghadiri Malam Puncak Haul Agung Raja Kubu ke-238 di Istana Keraton Kesultanan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (13/6).
Menurutnya, seluruh masyarakat yang hidup di Kalbar memiliki kedudukan yang sama dan berhak mendapatkan pelayanan yang setara dari pemerintah.
Dalam acara yang dihadiri tokoh agama, habaib, keluarga besar kesultanan, dan masyarakat umum itu, Krisantus menilai peringatan haul bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk merawat sejarah dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
“Haul ini sudah berusia 238 tahun, sebuah perjalanan waktu yang sangat panjang, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia. Ini membuktikan bahwa fondasi bangsa kita dibangun di atas peradaban kerajaan dan kesultanan yang luhur,” kata Krisantus.
Menurutnya, Kalimantan Barat merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia karena dihuni oleh 24 suku bangsa. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak lagi membedakan status masyarakat berdasarkan asal-usul.
“Suku apa pun, agama apa pun, jika sudah berada dan hidup di Kalimantan Barat, maka mereka adalah Putra Daerah Kalimantan Barat yang wajib mendapatkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang sama dari pemerintah,” ujarnya.
Ia mengibaratkan keberagaman di Kalbar seperti sebuah tenda yang dapat berdiri kokoh karena seluruh komponennya saling mengikat dan melengkapi.
“Mari kita ibaratkan perbedaan ini seperti sebuah tenda—kokoh berdiri karena kain, besi, dan kayu saling mengikat dan bersatu untuk melindungi dari panas dan hujan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus juga menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap pelestarian Keraton Kubu. Ia meminta keluarga besar keraton segera mengajukan proposal pembenahan infrastruktur, khususnya halaman dan lantai istana, agar dapat segera ditindaklanjuti.
Acara tersebut turut dihadiri Raja Kubu XI, Syarif Ibrahim bin Nyoh Al-Idrus, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, para ulama dan habaib, unsur Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, jajaran DPRD Kubu Raya, serta sejumlah pejabat daerah dan perbankan.
Menutup sambutannya, Krisantus mengajak masyarakat untuk tidak sungkan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi apabila memiliki kebutuhan atau persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik.
“Jabatan tidak mengubah hidup saya. Jika ada urusan kemasyarakatan atau pemerintahan tingkat provinsi, silakan datang ke kantor gubernur. Pintu ruangan Wakil Gubernur selalu terbuka lebar untuk Bapak, Ibu, dan saudara sekalian,” pungkasnya.
