PONTIANAK INFORMASI – Khairul Umam, pemuda asal Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi salah satu sosok muda inspiratif yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan.
Ia terpilih sebagai Duta Pemuda Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 dan menerima Penghargaan Pemuda Berprestasi dari Gubernur Kalbar, Ria Norsan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.
Perjalanan Umam menuju penghargaan ini berawal dari keikutsertaannya dalam Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) 2025.
Dalam program tersebut, ia ditempatkan di Desa Natai Baru, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, selama dua minggu, mulai 2 hingga 17 Oktober 2025.
Selama berada di desa itu, Umam banyak belajar tentang budaya, adat istiadat, hingga kehidupan masyarakat setempat. Ia menyebut, pengalaman tersebut menjadi salah satu momen berharga yang memperluas wawasannya tentang keberagaman Indonesia.
“Yang dipelajari tentu tentang pertukaran budaya dan adat istiadat. Tapi tidak terlalu jauh perbedaannya karena kita masih satu rumpun. Banyak budaya yang juga sama, terutama masyarakat Melayu,” ungkapnya saat diwawancarai, Selasa (28/10/2025).
Tak hanya belajar budaya, Umam juga terkesan dengan kerajinan anyaman purun khas masyarakat Natai Baru. Dari bahan alami tersebut, warga setempat mampu membuat berbagai produk bernilai tinggi seperti dompet, tas, hingga tikar, yang bahkan sudah diminati pembeli dari luar negeri.
“Banyak pendatang dari Jerman, Jepang, dan Australia datang langsung untuk melihat proses pembuatan anyaman purun,” katanya.
Sepulang dari Kalimantan Tengah, Umam kini tengah menyiapkan kegiatan Post Program Activity (PPA) di kampung halamannya, Desa Pasak Piang, Kecamatan Sungai Ambawang.
Kegiatan itu berupa Bengkel Tahsin dan Tilawah Al-Qur’an yang ditujukan bagi anak muda tingkat pemula hingga lanjutan.
Sebagai lulusan perguruan tinggi ilmu Al-Qur’an di Jakarta sekaligus seorang guru, Umam merasa memiliki tanggung jawab moral untuk membagikan ilmu yang ia miliki.
“Masih banyak anak muda di desa saya yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan benar. Jadi saya ingin membantu lewat kegiatan ini,” ujarnya.
Bagi Umam, berbagi ilmu bukan hanya kewajiban, tapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Berbagi ilmu tidak akan mengurangi apa yang kita punya. Justru dengan berbagi, ilmu itu akan terus bertambah. Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat,” tuturnya.
Kini, dengan gelar Duta Pemuda Indonesia 2025, Umam bertekad untuk terus menginspirasi generasi muda Kalimantan Barat agar berani mencoba dan percaya pada diri sendiri.
“Sebagai duta pemuda, ini bukan hanya kebanggaan tapi juga tanggung jawab. Saya ingin menginspirasi anak muda agar berani bermimpi dan berusaha mewujudkannya,” ucapnya.
