PONTIANAK INFORMASI – Bunyi ledakan disertai getaran mengejutkan Warga Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Suara keras tersebut terdengar hingga ke sejumlah wilayah sekitar desa dan menimbulkan kepanikan warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa getaran yang dirasakan warga Mempawah adalah akibat gempa bumi tektonik dengan magnitudo 2,6.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid menyatakan dalam siaran rilis, pada Kamis (18/12/25) berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 0.29° LU dan 109.14° BT, atau tepatnya berlokasi di darat, sekitar 21 km tenggara Mempawah.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 km dan dipicu oleh aktivitas Sesar Adang.
“Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Mempawah dengan intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Terasa seakan ada truk berlalu),” ungkapnya.
Rasmid mengatakan hingga saat ini tidak terdapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga pukul 08:59 WIB pada Kamis pagi, hasil monitoring menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang terdeteksi di wilayah tersebut.
“Kepada masyarakat di wilayah Mempawah dan sekitarnva dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbaunya.
Terkait bangunan rumah warga retak akibat ledakan tersebut yang beredar di media sosial, Rasdim mengingatkan untuk selalu memeriksa kondisi bangunan rumah sebelum kembali ke dalam, terutama jika ada retakan atau kerusakan akibat getaran gempa yang dapat membahayakan kestabilan bangunan.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa bumi, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tukasnya.
