Foto: Reuters
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Petenis kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara ganda putri pada turnamen Hobart International 2026. Berpasangan dengan Katarzyna Piter dari Polandia, pasangan Indonesia-Polandia ini tampil dominan sepanjang turnamen WTA 250 yang digelar di Hobart Tennis Centre, Australia. Kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah langkah Janice di nomor tunggal terhenti lebih awal.
Dilansir dari CNN Indonesia, Janice Tjen dan Piter mengalahkan pasangan Belgia-Republik Ceko, Magali Kempen/Anna Siskova, dengan skor telak 6-2, 6-2 dalam partai final pada Sabtu (17/1/2026). Pertandingan yang berlangsung selama satu jam lebih itu menunjukkan konsistensi permainan superior dari duet ini, di mana mereka mendominasi servis dan pengembalian bola sejak set pertama. Janice menjadi juara sektor ganda putri bersama Katarzyna Piter dari Polandia.
Perjalanan Janice menuju final tak luput dari drama. Pada babak semifinal, mereka menumbangkan unggulan ketiga, Eri Hozumi/Fang Hsien Wu dari Jepang-Taipei, dengan skor 7-5, 6-3 setelah sempat tertinggal. Kemenangan ini membuka peluang besar bagi Janice untuk meraih gelar WTA keduanya bersama Piter musim ini. Statistik WTA mencatat duet ini unggul dengan dua ace dan konversi empat dari lima break point.
Keberhasilan di Hobart International 2026 melanjutkan tren positif Janice sepanjang 2025. Pada tahun lalu, ia meraih gelar tunggal putri di Chennai Open serta juara ganda putri di Guangzhou Open dan Chennai Open. Khusus bersama Piter, ini menjadi gelar kedua mereka setelah Guangzhou Open 2025, membuktikan chemistry pasangan ini semakin matang di level WTA.
Prestasi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia di ajang tenis internasional. Sementara Aldila Sutjiadi, petenis Indonesia lainnya, tersingkir di perempat final ganda bersama Giuliana Olmos, Janice berhasil membawa pulang trofi. Keberhasilan ini menjadi pelipur lara yang manis bagi Janice Tjen setelah hasil kurang memuaskan di sektor tunggal.
Dengan gelar ini, ranking dunia Janice di sektor ganda diproyeksikan naik signifikan, membuka peluang lebih besar di Grand Slam Australia Open mendatang. Permainan efektifnya, termasuk 71 persen poin dari servis pertama di semifinal, menjadi kunci sukses. Okezone Sports melaporkan bahwa duet ini memenangkan final dalam tempo cepat, hanya 1 jam 02 menit.
