Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan
  • Lokal
  • News

Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan

Editor PI 22/04/2026
IMG_2322

PONTIANAK INFORMASI – Di setiap gerbang atau pintu masuk lokasi upacara adat Dayak, kerap terlihat rumbai-rumbai halus dari bambu yang tertancap rapi. Itulah pabayo, penanda sakral yang menandai tengah berlangsungnya ritual adat atau pesta gawai.

Bagi masyarakat Dayak, khususnya sub-suku Kanayatn dan Salako di Kalimantan Barat, pabayo bukan sekadar hiasan. Ia menjadi simbol penting yang wajib ada dalam berbagai kegiatan adat, mulai dari naik dango, pesta gawai, hingga ritual membuka lahan atau membangun rumah.

Felixsianus, warga Dayak di Pontianak Timur, menyebut bahwa keberadaan pabayo tidak bisa dipisahkan dari setiap prosesi adat. “Kalau ada acara seperti naik dango atau gawai, pabayo itu wajib ada,” ujarnya

Proses pembuatannya pun tidak sembarangan. Bambu yang digunakan harus diraut tipis hingga membentuk rumbai yang indah dan berlapis. Meski terlihat sederhana, meraut pabayo membutuhkan keterampilan khusus dan ketelatenan tinggi.

“Kelihatannya mudah, tapi saat kita coba buat sendiri tidak semudah yang dibayangkan. Saya saja sudah bertahun-tahun belajar, hasilnya belum sempurna,” kata Felixsianus.

Ia menjelaskan, kualitas pabayo sangat dipengaruhi kondisi bambu. Bambu yang masih basah akan menghasilkan bentuk berbeda dibandingkan yang sudah kering. Selain itu, bagian kulit luar bambu harus dibersihkan dengan baik agar rautan tidak mudah putus dan menghasilkan gelombang yang rapi.

Dalam tradisi Dayak, pabayo juga memiliki tingkatan yang menunjukkan skala acara. Untuk pesta besar seperti gawai, pabayo bisa memiliki hingga tujuh tingkat rautan. Sementara untuk kegiatan sederhana seperti membuka lahan, cukup dua atau tiga tingkat.

Sebelum proses meraut dimulai, terdapat pula ritual adat yang harus dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan guru yang mengajarkan keterampilan tersebut.

Lebih dari sekadar penanda visual, pabayo mengandung makna filosofis mendalam. Ia melambangkan kesuburan, kesejahteraan, serta penghormatan kepada leluhur. Dalam kepercayaan masyarakat Dayak Salako, warna hijau pada pabayo mencerminkan kehidupan dan keberlangsungan ritual, sementara warna merah dipercaya mampu menolak aura negatif.

Namun di tengah modernisasi, keberadaan perajin pabayo kini semakin berkurang. Generasi muda dinilai mulai jarang mempelajari keterampilan ini, padahal pabayo tetap menjadi elemen penting dalam setiap ritual adat.

Untuk menjaga tradisi tersebut, panitia perayaan naik dango kini mulai mengadakan lomba meraut pabayo. Harapannya, kegiatan ini dapat menarik minat generasi muda untuk kembali mengenal dan melestarikan warisan budaya leluhur.

Di balik rumbai bambu yang sederhana, pabayo menyimpan nilai seni, filosofi, dan identitas budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Dayak.

Tags: Pabayo suku dayak

Continue Reading

Previous: Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah
Next: Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Related Stories

IMG_2360
  • Lokal
  • News

Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti

Editor PI 22/04/2026
36a2a82e-cd08-432b-a146-9365f1532ce4
  • Lokal
  • News

Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Editor PI 22/04/2026
8f82d752-c91b-4f04-a8d3-87d879e9cd73
  • Lokal
  • News

Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah

Editor PI 22/04/2026

Berita Terbaru

  • Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti 22/04/2026
  • Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor 22/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 22/04/2026
  • Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah 22/04/2026
  • WN China Liu Xiaodang Dituntut 3 Tahun Penjara, Kasus Tambang Emas Ilegal di Ketapang 22/04/2026
  • Mantan Karyawan di Kapuas Hulu Curi Kratom Hampir 1 Ton, Bobol Gudang Saat Bos Lebaran ke Pontianak 22/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2360
  • Lokal
  • News

Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti

Editor PI 22/04/2026
36a2a82e-cd08-432b-a146-9365f1532ce4
  • Lokal
  • News

Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Editor PI 22/04/2026
IMG_2322
  • Lokal
  • News

Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan

Editor PI 22/04/2026
8f82d752-c91b-4f04-a8d3-87d879e9cd73
  • Lokal
  • News

Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah

Editor PI 22/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.