PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing.
Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tahun 2027 di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (21/4/2026).
Norsan mengatakan, saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap awal perencanaan. Ide pembangunan sudah ada dan tengah dilanjutkan ke tahap studi kelayakan (Feasibility Study)
Ia juga mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kalbar sedang berupaya mencari investor, termasuk melalui skema CSR, agar pembangunan tol bisa segera direalisasikan.
“Untuk tahap desain awal, idenya sudah ada, baru Feasibility Study. Kita tengah mencari investor, CSR yang bisa segera membangun tol ini karena sangat mendesak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, urgensi pembangunan tol ini berkaitan langsung dengan rencana operasional pelabuhan internasional di Kijing. Menurutnya jika hanya mengandalkan jalan yang ada saat ini, dikhawatirkan tidak mampu menampung lonjakan kendaraan, khususnya angkutan berat seperti truk kontainer.
“Kalau pelabuhan internasional itu dibuka dengan jalan yang ada sekarang, kemungkinan besar akan terjadi kemacetan. Tol ini diperlukan agar kendaraan besar, terutama pengangkut kontainer, bisa berjalan lancar,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ruas tol dari Supadio menuju Kijing merupakan prioritas utama. Hal ini karena keberadaan pelabuhan internasional di Kijing akan segera beroperasi.
“Yang paling urgen adalah tol dari Supadio ke Kijing. Kalau tidak segera dibangun, jalan yang ada tidak akan mampu menampung kendaraan dengan beban berat dan berpotensi menimbulkan kemacetan luar biasa,” tegasnya.
Selain tol Supadio – Kijing, Norsan juga menyebut sejumlah proyek strategis lain yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat, di antaranya pembangunan Jembatan Kapuas III dan Pontianak Outer Ring Road. Kedua proyek tersebut dinilai penting untuk mengurai kemacetan di Kota Pontianak.
Norsan pun berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur tersebut, mengingat dampaknya yang strategis bagi kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
