PONTIANAK INFORMASI – Kreator konten Bobon Santoso kembali menggelar aksi masak besar. Kali ini, ia memasak 1,5 ton daging sapi menjadi rendang menggunakan tiga kuali raksasa di Masjid Ismuhu Yahya, Pontianak, Sabtu (30/5/2026).
Rendang yang dimasak tersebut akan dibagikan secara gratis kepada sekitar 2.500 penerima manfaat yang telah didata panitia. Penerima meliputi guru ngaji, santri, anak yatim, mualaf, warga sekitar hingga masyarakat lintas agama.
Sejak siang, ribuan warga tampak memadati area masjid untuk menyaksikan langsung proses memasak rendang dalam jumlah besar tersebut. Banyak di antaranya rela menunggu berjam-jam demi melihat aksi Bobon Santoso dari dekat.
Bobon mengatakan, kegiatan masak besar di Kalimantan Barat bukan kali pertama dilakukannya. Namun, kolaborasi bersama Masjid Ismuhu Yahya menjadi pengalaman pertamanya di Pontianak.
“Untuk kegiatan kali ini di Pontianak bukan yang pertama di Kalbar, tapi kalau bersama masjid ini yang pertama kalinya. Dan kali ini jumlah yang kita masak sangat banyak,” katanya.
Ia menjelaskan, menu yang dipilih masih berkaitan dengan momentum Idul Adha, yakni rendang berbahan dasar 1,5 ton daging sapi kurban.
“Masih bertema Idul Adha, kita masak 1,5 ton daging untuk rendang. Bumbunya juga kita sesuaikan dengan lidah masyarakat Pontianak, karena setiap daerah di Indonesia punya karakter rasa yang berbeda,” ujarnya.
Menurut Bobon, jika rendang tersebut disajikan bersama nasi, jumlah porsinya bisa mencapai lebih dari 5.000 porsi. Namun kali ini panitia memilih membagikannya dalam bentuk kemasan berisi penuh daging rendang.
“Kalau dihidangkan dengan nasi bisa lebih dari 5.000 porsi. Tapi kali ini kita bagikan dalam bentuk toples yang isinya penuh daging rendang kepada masyarakat yang sudah terdata,” jelasnya.
Salah seorang warga, Sulastri (46), mengaku sudah menunggu sejak siang untuk menyaksikan langsung idolanya memasak.
“Sudah sangat menunggu, memang saya nantikan. Senang sekali, luar biasa. Semoga masjid-masjid lain juga bisa mengundang Bobon Santoso,” katanya.
Ia bahkan berkesempatan ikut mengaduk rendang di kuali raksasa bersama Bobon.
“Berat sekali penyedoknya. Senang banget bisa masak bareng Bobon Santoso, idola saya,” ujarnya.
Sulastri juga yakin rendang yang dimasak dalam jumlah besar tersebut akan memiliki cita rasa yang lezat.
“Pasti enak. Aroma bumbu rempahnya saja sudah wangi sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Acara, Ozy, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas berbeda untuk menarik masyarakat datang ke masjid.
“Tahun ini Ismuhu Yahya membuat sesuatu yang berbeda. Supaya masyarakat ramai datang ke masjid, kita datangkan Bobon Santoso untuk masak besar,” katanya.
Ia menjelaskan, jika biasanya daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah, kali ini panitia memilih mengolahnya terlebih dahulu menjadi rendang sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Biasanya orang membagikan daging mentah, sekarang langsung kita masak menjadi rendang. Kita menyiapkan sekitar 3.000 sampai 4.000 porsi,” ujarnya.
Ozy menegaskan kegiatan serupa akan terus menjadi bagian dari perayaan Idul Adha di Masjid Ismuhu Yahya.
“Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Ini bukan tahun pertama kami membuat kegiatan saat Idul Adha, hanya saja kali ini dikemas dengan konsep yang berbeda,” pungkasnya.
