PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura menggelar Kalbar Naker Fest 2026 di Auditorium UNTAN, Kamis (21/5).
Kegiatan job fair tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalbar, Ahmad Priyono, mengatakan Kalbar Naker Fest 2026 diikuti 54 perusahaan dengan total 2.795 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor.
“Kegiatan ini bertujuan mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Barat yang berdasarkan data BPS Februari 2026 tercatat sebesar 4,57 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Tenaga Kerja Kalbar yang Inklusif, Unggul, dan Berdaya Saing”.
Menurut Ahmad, pelaksanaan job fair tahun ini menggunakan sistem hybrid. Selama dua bulan terakhir, Disnakertrans Kalbar telah melakukan sosialisasi dan pendaftaran secara daring bagi para pencari kerja.
Berdasarkan data sementara, hingga sehari sebelum pembukaan terdapat sekitar 1.400 pencari kerja yang telah mendaftar. Dari jumlah itu, lebih dari 300 pelamar telah diverifikasi perusahaan dan masuk tahap wawancara kerja.
“Bahkan sudah ada satu pencari kerja yang diterima bekerja sebelum kegiatan dimulai,” katanya.
Ahmad menambahkan, Kalbar Naker Fest 2026 juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan 10 lowongan khusus.
“Ini menjadi langkah awal memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat Kalbar,” ujarnya.
Selain pameran kesempatan kerja, kegiatan juga diisi layanan informasi ketenagakerjaan, pelatihan, magang, talkshow bersama narasumber dari kementerian dan perusahaan, hingga festival band dan lomba cerdas cermat untuk pelajar SMA/SMK.
Tak hanya itu, sejumlah UMKM lokal turut dilibatkan untuk memeriahkan kegiatan dengan menghadirkan berbagai produk makanan dan minuman khas Kalimantan Barat.
Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, perbankan, perhotelan, manufaktur, otomotif, pendidikan, properti, hingga teknologi dan telekomunikasi.
Ahmad berharap Kalbar Naker Fest 2026 dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kalimantan Barat.
“perusahaan diharapkan juga berkontribusi menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Kalimantan Barat,” pungkasnya.
