PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menargetkan para peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Kota Pontianak mampu meraih nilai di atas 97 agar dapat bersaing di tingkat nasional.
Hal itu disampaikannya saat membuka MTQ ke-34 Kota Pontianak di Taman Alun Kapuas, Jumat (19/6) malam. Menurut Edi, Kota Pontianak telah memiliki sejumlah qari dan qariah yang sukses menorehkan prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.
“Kalau bisa nilainya di atas 97, karena itu standar yang bisa bersaing di tingkat nasional. Kita ingin qari dan qariah Kota Pontianak mampu membawa nama harum tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” kata Edi.
Ia juga berpesan kepada dewan hakim dan pengawas agar menjaga objektivitas dan kualitas penilaian selama perlombaan berlangsung. Menurutnya, MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara akan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam mempersiapkan peserta terbaik.
“Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi bagaimana kualitas peserta kita benar-benar mampu membawa nama harum Kota Pontianak dan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Edi menambahkan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran, tetapi juga sarana memperkuat nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Kota Pontianak, seperti keterbatasan wilayah dan jumlah penduduk yang terus bertambah, ia menilai kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi Islam, dan seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan Kota Pontianak yang aman, damai, harmonis, dan toleran,” ucapnya.
Ia berharap nilai-nilai Al-Quran tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga dipahami serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kita, MTQ ini bisa meningkatkan ukhuwah Islamiah dan tali silaturahmi. Yang paling penting, bagaimana Al-Quran menjadi pedoman hidup masyarakat Kota Pontianak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-34 Kota Pontianak, Yusnaldi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 269 peserta yang merupakan perwakilan dari enam kecamatan di Kota Pontianak.
Perlombaan berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juni 2026, dengan lokasi yang dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Aula Lingkungan Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, serta Masjid Al-Khalifah di Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.
Sebanyak tujuh cabang perlombaan dipertandingkan, di antaranya Tilawah Al-Quran, Qiraat Sab’ah, Hifzil Quran, Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khattil Quran, dan Karya Tulis Ilmiah Hadis.
“Melalui MTQ ini, kita ingin budaya literasi dan dakwah Qurani semakin tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai Al-Quran diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Yusnaldi.
