PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menghadiri Tabligh Akbar dan Wisuda Santri/Santriwati Pondok Tahfidz Ashqaf serta Jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah yang digelar di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (21/6).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Norsan.
Dalam sambutannya, Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi para santri dan jamaah untuk mengamalkan ilmu serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap para santri dan santriwati yang diwisuda dapat tumbuh menjadi generasi Qurani yang mampu menjadi teladan, berkontribusi positif, serta menjadi ustaz dan ustazah yang berakhlak baik di tengah kehidupan masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, keluarga besar Yayasan Masjid Ashqaf Indonesia, para pengurus majelis taklim, Pengasuh Pondok Tahfidz Ashqaf dan Maryam College, para donatur, para ustaz dan ustazah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan kegiatan yang sangat mulia ini. Agenda ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menyiapkan generasi penerus yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Mengusung tema *”Gema Muharram, Cahaya Qur’an untuk Membangun Peradaban Generasi Qurani”*, Norsan menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, maupun perkembangan teknologi.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam membangun peradaban yang kuat dan berkelanjutan.
“Peradaban yang kuat lahir dari manusia yang berilmu, beriman, berakhlak, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” katanya.
Ia menilai hal tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dalam konteks pembangunan daerah, Norsan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai dorongan untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas diri, memperkuat persatuan, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Menuntut ilmu tidak ada batasnya, dari ayunan sampai ke liang lahat. Niatkan menuntut ilmu dengan baik agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah. Ilmu yang berkah akan membawa keberhasilan dalam menjalani kehidupan di dunia,” pesannya.
Norsan juga mengingatkan para santri dan santriwati agar senantiasa menghormati dan berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik dan membimbing mereka dengan penuh keikhlasan.
Menurutnya, sumber daya manusia yang unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali karakter yang kuat, akhlak yang baik, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru.
“Jangan lupa berterima kasih kepada guru kita supaya ilmu yang didapat menjadi berkah. InsyaAllah, ilmu itu akan membimbing kita menjalani kehidupan dengan baik di dunia dan menjadi bekal di akhirat,” tutupnya.
