PONTIANAK INFORMASI – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda merealisasikan janjinya untuk memberikan beasiswa kuliah ke China kepada Josepha Alexandra atau Ocha, siswi SMAN 1 Pontianak yang sempat menjadi sorotan publik saat mengikuti Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menariknya, beasiswa tersebut tidak hanya diberikan kepada Ocha. Seluruh anggota Tim LCC 4 Pilar SMAN 1 Pontianak juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan di Tiongkok.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan program beasiswa yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pendidikan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Yangzhou Polytechnic Institute, Tiongkok, dan PT Semen Conch Indonesia di Aula SMAN 1 Pontianak, Kamis (25/6).
Dalam sambutannya, Rifqinizamy mengungkapkan bahwa awalnya beasiswa tersebut diberikan secara spontan kepada Ocha setelah momen yang viral di media sosial saat final LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar.
“Terjadi dinamika pada saat final Lomba Cerdas Cermat MPR RI tingkat Provinsi Kalbar. Saat itu, karena dorongan media sosial yang sangat viral, saya secara spontan menawarkan beasiswa kepada salah satu peserta untuk belajar ke negeri China,” ujarnya.
Namun setelah dipikirkan kembali, ia menilai tidak adil jika kesempatan itu hanya diberikan kepada satu orang.
“Belakangan saya pikir-pikir, kalau cuma satu orang tidak adil. Tidak mungkin mereka bisa sampai ke lomba itu tanpa kerja keras secara kolektif. Karena itu, ketika saya ke China, saya melakukan negosiasi dengan pemerintah China dan hari ini kita memberikan 10 beasiswa kepada anak-anak,” katanya.
Rifqinizamy menjelaskan, program beasiswa tersebut merupakan bagian dari kerja sama pendidikan Indonesia dan Tiongkok yang setiap tahun menyediakan sekitar 1.000 kuota beasiswa. Kalimantan Barat juga akan memperoleh porsi tersendiri di luar kuota khusus yang diberikan kepada 10 siswa Tim LCC SMAN 1 Pontianak.
“Ini adalah realisasi dari komitmen kami sebelumnya untuk memberikan beasiswa kepada adik-adik SMA Negeri 1 Pontianak, terutama yang kemarin menjadi finalis Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI,” ujarnya.
Menurutnya, beasiswa yang diberikan terdiri dari dua skema. Pertama, beasiswa pendidikan penuh yang mencakup biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh studi di China. Kedua, beasiswa ikatan kerja yang memberikan kesempatan kepada penerima untuk bekerja di perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia setelah lulus.
“Ada 10 orang yang akan mendapatkan beasiswa yang terdiri dari dua skema. Pertama beasiswa studi penuh, termasuk biaya hidup selama sekolah di China. Kedua, mereka juga diberikan beasiswa ikatan kerja oleh perusahaan-perusahaan China yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut menjadi pintu pembuka kerja sama pendidikan yang lebih luas antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan berbagai mitra internasional.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan menjadi pembuka bagi kerja sama yang lebih baik. Kami tentu akan berkoordinasi dengan pemerintah, khususnya Kemendikdasmen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.
Tak berhenti di SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy juga mengungkapkan rencana memperluas program beasiswa bagi siswa berprestasi dari sekolah lain di Kalimantan Barat mulai tahun ajaran 2027.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk memberikan beasiswa kepada sekolah-sekolah lain di Kalimantan Barat. Insya Allah akan mulai kita launching bersama pada tahun ajaran 2027,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa para siswa masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan tawaran tersebut. Keputusan akhir akan ditentukan sekitar enam bulan sebelum kelulusan setelah seluruh informasi mengenai program studi dan persyaratan disampaikan.
“Karena tidak ada beasiswa yang bebas dari syarat. Jika mereka berkenan dengan syarat-syarat tersebut, kita lanjutkan. Kalau tidak, tidak ada paksaan. Kuota yang tidak diambil nantinya akan diberikan kepada siswa berprestasi lainnya di Kalimantan Barat,” tutupnya.
