PONTIANAK INFORMASI – Celine Olivia Apriani Theo, siswi SMKN 5 Pontianak, tak pernah membayangkan dirinya akan berdiri di Istana Negara sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Ia mengaku awalnya lebih menyukai dunia seni dibanding baris-berbaris.
Siswi yang baru naik ke kelas XI jurusan Akuntansi tersebut resmi terpilih mewakili Kalimantan Barat untuk bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.
Saat ditemui di SMKN 5 Pontianak, Selasa (30/6/26) Celine menceritakan, perjalanannya menuju tingkat nasional. Ia mengatakan harus melewati serangkaian seleksi mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga pusat.
“Awalnya seleksi administrasi di kota, lalu tes TWK, TIU, psikotes, dan kepribadian. Setelah itu saya dipanggil untuk lanjut ke tingkat provinsi bersama tiga peserta lainnya,” kata Celine
“Di provinsi seleksinya hampir sama, tapi ada wawancara. Puji Tuhan saya terpilih lanjut ke tingkat pusat,” tambahnya.
Terpilih sebagai pengibar bendera di Istana Negara, rupanya siswi dengan tinggi badan 168,5 sentimeter, itu mengaku sempat tidak tertarik dengan kegiatan Paskibraka. Sejak kecil ia lebih aktif di bidang seni, seperti menyanyi dan menari. Bahkan sampai saat ini ia masih aktif berlatih di sanggar seni tari yang diikutinya sejak SMP.
Namun setelah masuk SMKN 5 Pontianak, ia tertarik melihat kegiatan Paskibra yang menurutnya seru dan penuh kekeluargaan.
“Awalnya saya jujur tidak terlalu minat dengan Paskibraka. Saya memang lebih ke bidang seni. Tapi ketika masuk SMKN 5, saya melihat ekskul paskib terlihat seru, jadi saya coba keluar dari zona nyaman,” ujarnya dengan mata berbinar.
Menurutnya, eksul paskibra di SMKN 5 tidak hanya mengajarkan baris-berbaris, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan yang kuat.
“Di sini tidak terlalu senioritas. Kami tetap hormat kepada senior, tapi bergaul juga tidak canggung,” katanya.
Saat menerima kabar lolos ke tingkat pusat, Celine mengaku tak kuasa menahan haru. Orang tuanya bahkan menangis karena bangga dengan pencapaiannya.
“Yang pastinya bangga dan terharu. Saya juga tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Orang tua sampai menangis waktu tahu saya lolos,” ujarnya.
Menjelang pemusatan pendidikan dan latihan di Jakarta, Celine mengatakan saat ini dirinya rutin berolahraga dan berlari untuk menjaga kebugaran fisik.
“Saya persiapan olahraga supaya sehat dan kuat, karena latihan di sana pasti lebih keras,” katanya.
Dalam latihan di sekolah, Celine sering dipercaya menjadi pembawa baki. Karena itu, ia berharap bisa mendapatkan tugas serupa di tingkat nasional.
“Saya ingin jadi pembawa baki. Tapi apa pun tugasnya nanti, saya tetap bersyukur karena bisa sampai ke nasional saja sudah sangat membanggakan,” katanya.
