PONTIANAK INFORMASI – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 jenjang SMA Negeri di Kalimantan Barat memasuki tahapan Jalur Domisili. Di hari pertama pembukaan pendaftaran, Selasa (30/6), antusiasme masyarakat terlihat tinggi, salah satunya di SMA Negeri 1 Pontianak.
Hingga pukul 11.45 WIB, tercatat sebanyak 297 calon peserta didik telah mendaftar melalui Jalur Domisili di sekolah tersebut.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, mengatakan pihak sekolah juga membuka posko layanan pengaduan untuk membantu calon peserta didik maupun orang tua yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.
“Untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 kami telah melaksanakan pendaftaran jalur mutasi orang tua, afirmasi, dan disabilitas. Hari ini merupakan hari pertama pembukaan Jalur Domisili yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026,” kata Indang.
Menurutnya, petugas disiagakan di sejumlah meja pelayanan untuk memberikan pendampingan, mulai dari konsultasi hingga membantu menyelesaikan persoalan teknis yang dialami pendaftar.
“Animo masyarakat luar biasa. Sampai siang ini pukul 11.45 WIB sudah ada 297 siswa yang terdaftar di sistem untuk Jalur Domisili,” ujarnya.
Indang menjelaskan, daya tampung SMAN 1 Pontianak tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 432 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Dari jumlah tersebut, enam kursi dialokasikan untuk Program ADEM 3T dan empat kursi untuk anak guru, sehingga kuota yang diperebutkan melalui jalur reguler berjumlah 422 siswa.
Sesuai ketentuan SPMB, kuota penerimaan dibagi menjadi 30 persen Jalur Afirmasi, 5 persen Jalur Mutasi Orang Tua, 35 persen Jalur Domisili, dan 30 persen Jalur Prestasi.
“Untuk Jalur Domisili, kuotanya sebesar 35 persen atau sekitar 145 siswa,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kuota Jalur Afirmasi di SMAN 1 Pontianak tidak terpenuhi. Dari alokasi yang tersedia, baru 91 siswa yang mendaftar sehingga masih tersisa sekitar 35 kursi.
Sesuai sistem SPMB, sisa kuota tersebut akan otomatis dialihkan ke Jalur Prestasi.
“Kalau kuota Jalur Afirmasi tidak terpenuhi, sistem otomatis mengalihkan sisa kuota ke Jalur Prestasi. Hal yang sama juga berlaku apabila nantinya kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi,” katanya.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Martina, mengaku datang ke posko layanan karena mengalami kendala saat mengakses akun SPMB milik anaknya, Aprilia.
Ia mengatakan putrinya memilih SMAN 1 Pontianak sebagai pilihan pertama, disusul SMAN 7 Pontianak dan SMAN 10 Pontianak.
“Kendalanya akun anak saya belum aktif karena ada salah ketik saat membuat akun. Sekarang sedang dibantu petugas untuk memperbaikinya. Selain itu tidak ada kendala,” ujar Martina.
Pendaftaran Jalur Domisili berlangsung hingga 2 Juli 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan masa sanggah pada 3–6 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 7 Juli, serta daftar ulang bagi peserta yang lolos pada 8–9 Juli.
“Untuk SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 kami telah melaksanakan pendaftaran jalur mutasi orang tua, afirmasi, dan disabilitas. Hari ini merupakan hari pertama pembukaan Jalur Domisili yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026,” kata Indang.
Menurutnya, petugas disiagakan di sejumlah meja pelayanan untuk memberikan pendampingan, mulai dari konsultasi hingga membantu menyelesaikan persoalan teknis yang dialami pendaftar.
“Animo masyarakat luar biasa. Sampai siang ini pukul 11.45 WIB sudah ada 297 siswa yang terdaftar di sistem untuk Jalur Domisili,” ujarnya.
Indang menjelaskan, daya tampung SMAN 1 Pontianak tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 432 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. Dari jumlah tersebut, enam kursi dialokasikan untuk Program ADEM 3T dan empat kursi untuk anak guru, sehingga kuota yang diperebutkan melalui jalur reguler berjumlah 422 siswa.
Sesuai ketentuan SPMB, kuota penerimaan dibagi menjadi 30 persen Jalur Afirmasi, 5 persen Jalur Mutasi Orang Tua, 35 persen Jalur Domisili, dan 30 persen Jalur Prestasi.
“Untuk Jalur Domisili, kuotanya sebesar 35 persen atau sekitar 145 siswa,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan kuota Jalur Afirmasi di SMAN 1 Pontianak tidak terpenuhi. Dari alokasi yang tersedia, baru 91 siswa yang mendaftar sehingga masih tersisa sekitar 35 kursi.
Sesuai sistem SPMB, sisa kuota tersebut akan otomatis dialihkan ke Jalur Prestasi.
“Kalau kuota Jalur Afirmasi tidak terpenuhi, sistem otomatis mengalihkan sisa kuota ke Jalur Prestasi. Hal yang sama juga berlaku apabila nantinya kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi,” katanya.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Martina, mengaku datang ke posko layanan karena mengalami kendala saat mengakses akun SPMB milik anaknya, Aprilia.
Ia mengatakan putrinya memilih SMAN 1 Pontianak sebagai pilihan pertama, disusul SMAN 7 Pontianak dan SMAN 10 Pontianak.
“Kendalanya akun anak saya belum aktif karena ada salah ketik saat membuat akun. Sekarang sedang dibantu petugas untuk memperbaikinya. Selain itu tidak ada kendala,” ujar Martina.
Pendaftaran Jalur Domisili berlangsung hingga 2 Juli 2026. Setelah itu akan dilanjutkan dengan masa sanggah pada 3–6 Juli, pengumuman hasil seleksi pada 7 Juli, serta daftar ulang bagi peserta yang lolos pada 8–9 Juli.
