PONTIANAK INFORMASI – Warga di kawasan Parit Banjar, Kabupaten Kubu Raya, mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang berlangsung hingga hampir tujuh jam pada Jumat (3/7). Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat terganggu, bahkan menyebabkan jaringan telepon seluler dan internet ikut tidak dapat digunakan.
Salah seorang warga Jalan Parit Banjar, Puput, mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga lewat pukul 19.00 WIB, aliran listrik belum juga kembali menyala.
Puput mengaku mengetahui adanya informasi jadwal pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak. Namun, menurutnya, durasi pemadaman di kawasan tempat tinggalnya berlangsung jauh lebih lama.
“Kalau di Pontianak ada informasi jadwal pemadamannya. Tapi di sini listrik padam sampai lebih dari lima jam, bahkan hampir tujuh jam belum juga menyala,” katanya.
Menurut Puput, pemadaman yang berkepanjangan tidak hanya membuat rumah gelap, tetapi juga menyebabkan jaringan seluler dan internet menghilang sehingga warga kesulitan berkomunikasi.
“Rasanya seperti terisolasi. Keluar rumah gelap, sinyal tidak ada, internet juga hilang. Bayangkan saja, hampir tujuh jam mati lampu tanpa sinyal dan internet, tentu sangat menyulitkan,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut juga berdampak pada anaknya yang masih balita. Cuaca yang panas membuat kipas angin maupun pendingin ruangan tidak dapat digunakan sehingga anaknya kesulitan beristirahat.
“Anak saya jadi tidak bisa tidur siang karena kepanasan,” ucapnya.
Puput berharap pasokan listrik di wilayahnya segera kembali normal dan pemadaman berkepanjangan tidak kembali terjadi. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat, pekerjaan, hingga komunikasi sehari-hari.
“Semoga kondisi seperti ini tidak terus terjadi. Kami berharap listrik bisa kembali normal agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.
