Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Terkendala Aturan KK, Orang Tua di Pontianak Bingung Mekanisme SPMB 2026
  • Lokal
  • News

Terkendala Aturan KK, Orang Tua di Pontianak Bingung Mekanisme SPMB 2026

Editor PI 04/07/2026
IMG_9743

PONTIANAK INFORMASI – Sejumlah orang tua di Kota Pontianak mengaku masih kebingungan dengan mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kurangnya pemahaman mengenai syarat dan alur pendaftaran membuat mereka harus bolak-balik mencari informasi, bahkan ada yang gagal mendaftarkan anak ke sekolah negeri.

Salah satunya dialami Lia (50), warga Jalan Tanjung Raya II, Pontianak. Saat ditemui di Posko SPMB jenjang SD dan SMP, Lia menceritakan dirinya sempat kesulitan mengikuti proses pendaftaran secara daring karena keterbatasan dalam menggunakan teknologi.

“Namanya juga ibu-ibu, daftar online itu susah. Mata juga sudah tidak begitu jelas. Akhirnya saya minta bantuan anak untuk daftar. Alhamdulillah bisa daftar online, lalu dapat WhatsApp untuk verifikasi ke sekolah,” kata Lia.

Namun, saat proses verifikasi berlangsung di tempat, petugas menyampaikan bahwa KK miliknya belum berusia minimal satu tahun, sehingga berkas sang anak otomatis tidak dapat diterima oleh sistem.

“Pas di sekolah dilihat KK saya, katanya belum satu tahun, jadi tidak bisa dibantu. Saya coba ke Posko SPMB di Gedung Terpadu ini, jawabannya juga sama, KK belum satu tahun sehingga tidak bisa diterima,” ujarnya.

Lia mengaku mendaftarkan anaknya ke SD Negeri 03 Pontianak. Padahal, jarak rumahnya di kawasan Tanjung Raya II ke sekolah tersebut hanya sekitar satu kilometer.

Meski demikian, Lia mengaku masih menaruh harapan besar dan menunggu solusi bijak dari pemerintah daerah agar anaknya tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

“Namun ini saya masih menunggu solusi akhir, mudah-mudahan ada kebijakan. Saya terus mengusahakan, dan untuk semua orang juga kasihan kalau melihat mereka terpaksa disuruh mendaftar ke sekolah swasta,” ucapnya.

Lia mengatakan, ia sempat disarankan petugas agar anaknya didaftarkan ke sekolah swasta. Namun, saran itu dinilai berat mengingat kondisi ekonomi keluarganya.

“Saya disarankan masuk sekolah swasta. Belum tentu ada uang juga. Daftar yang paling murah saja sekitar Rp 600 ribu, belum bayar baju dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia secara jujur mengakui dirinya belum memahami secara utuh regulasi ketat yang diterapkan dalam pelaksanaan SPMB 2026, termasuk terkait tata cara pengelompokan usia, perhitungan jarak domisili (zonasi), maupun jalur afirmasi penerimaan lainnya.

“Saya tidak tahu mekanisme proses pendaftaran. Saya jarang main HP, HP sering dipakai anak. Jadi orang tua seperti kami tidak tahu aturan-aturan seperti itu,” katanya.

Lia berharap proses penerimaan murid baru ke depan dapat lebih mudah dipahami masyarakat dan memberikan kemudahan bagi anak-anak yang ingin bersekolah di sekolah negeri.

“Harapan saya untuk anak saya dan anak-anak yang lain, semoga bisa diterima dengan mudah, jangan dipersulit,” pungkasnya.

Tags: Pontianak SPMB 2026

Continue Reading

Previous: Padam Listrik di Sejumlah Wilayah Kalbar, PLN Pastikan Bukan karena Krisis Batu Bara
Next: BPS Kalbar Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi, Warga Diminta Tak Tolak Petugas dan Khawatir

Related Stories

IMG_8406
  • Lokal
  • News

Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi Juara Indonesia Masters di Pontianak

Editor PI 06/09/2026
967c00f1-a36b-4a0d-b496-e6fa2544b463
  • Lokal
  • News
  • Sports

Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora

Editor PI 05/09/2026
f0ff9f8b-e0a3-44be-9b3e-42b239b86198
  • Lokal
  • News
  • Sports

Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China

Editor PI 05/09/2026

Berita Terbaru

  • Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi Juara Indonesia Masters di Pontianak 06/09/2026
  • Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora 05/09/2026
  • Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China 05/09/2026
  • Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak 05/09/2026
  • Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Per Hari, Dinas Kesehatan Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga 05/09/2026
  • Pastikan Aman Dikonsumsi Warga, Wako Edi Minum Air Tawar di Booster Imam Bonjol 05/09/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_8406
  • Lokal
  • News

Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi Juara Indonesia Masters di Pontianak

Editor PI 06/09/2026
967c00f1-a36b-4a0d-b496-e6fa2544b463
  • Lokal
  • News
  • Sports

Event Bulu Tangkis Menggila di Pontianak, Liliyana Natsir: Layak Jadi The Next Istora

Editor PI 05/09/2026
f0ff9f8b-e0a3-44be-9b3e-42b239b86198
  • Lokal
  • News
  • Sports

Dejan/Apriyani Terhenti di Semifinal, Kalah Dua Gim dari Wakil China

Editor PI 05/09/2026
IMG_8390
  • Lokal
  • News
  • Sports

Kehilangan Momentum, Rehan/Melati Gagal Tembus Final Indonesia Masters di Pontianak

Editor PI 05/09/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.