PONTIANAK INFORMASI – Bupati Kubu Raya Sujiwo mendorong agar turnamen liong dan barongsai Independent Cup masuk dalam kalender resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Hal itu disampaikannya usai menghadiri pembukaan Open Tournament Independent Cup V di Gaia Bumi Raya City Mall, Kubu Raya, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Sujiwo, turnamen yang digelar Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) bersama Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) itu sangat menarik, terlebih dengan kehadiran peserta dari negara lain.
“Harapan kami, mudah-mudahan nanti bisa masuk kalender event pemerintah provinsi,” kata Sujiwo.
Ia berharap ke depan gaung turnamen semakin luas dengan mengundang lebih banyak lagi negara, seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Untuk Malaysia, Sujiwo berharap tidak hanya Selangor dan Johor yang berpartisipasi, tetapi juga negara-negara bagian lainnya seperti Penang, Malaka, Sabah, Sarawak, hingga Kuala Lumpur. Semakin banyak peserta, dampaknya akan sangat dirasakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Kubu Raya.
“Yang paling berdampak adalah di Kubu Raya. Mereka menginap di Kubu Raya, hotelnya penuh. Kalau hotelnya penuh, maka pajak hotelnya meningkat. Banyak yang kulineran, nanti pajak restorannya juga meningkat. Jadi kegiatan ini membawa banyak dampak positif,” jelasnya.
Lebih dari soal ekonomi, Sujiwo menekankan pentingnya pelestarian budaya. Ia mengutip konsep Trisakti Bung Karno: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.
“Budaya itu adalah jati diri bangsa,” tegasnya.
Menyinggung liong dan barongsai, Sujiwo menyebut kesenian itu merupakan bagian dari budaya masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa. Meski asalnya dari Tiongkok, ia mengingatkan bahwa sejak era Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati, sudah ada regulasi yang menegaskan Tionghoa sebagai salah satu suku di Indonesia. Karena itu, pemerintah wajib menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki semua suku bangsa di Indonesia termasuk Tionghoa. Salah satunya melalui festival maupun turnamen barongsai dan liong.
“Selamat berkompetisi. Junjung tinggi sportivitas,” tutup Sujiwo.
