PONTIANAK INFORMASI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat memastikan seluruh data masyarakat yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya. Masyarakat pun diminta tidak ragu menerima petugas sensus yang datang melakukan pendataan.
Kepala BPS Kalbar, Muh Suchaidin, mengatakan seluruh informasi yang diberikan responden dilindungi Undang-Undang Statistik dan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan data statistik, bukan untuk kepentingan individu.
“Kalau terkait dengan kerahasiaan, aturannya sudah jelas dalam Undang-Undang Statistik. Sampai saat ini BPS tetap berpegang teguh pada prinsip menjaga kerahasiaan data responden,” kata Suchaidin, Rabu (1/7).
Ia menjelaskan, data yang dihimpun petugas tidak akan dipublikasikan secara perorangan. BPS hanya menyajikan hasil pendataan dalam bentuk data agregat yang menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan.
“Yang kami sampaikan nanti adalah data agregat, bukan data pribadi seseorang. Tugas BPS adalah memotret kondisi yang sebenarnya di lapangan,” ujarnya.
Suchaidin juga memastikan sistem keamanan data BPS telah dilengkapi teknologi enkripsi. Menurutnya, BPS bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.
Ia mengatakan aplikasi Faseh yang digunakan petugas sensus telah menerapkan sistem enkripsi sehingga data yang dikirim dari lapangan terlindungi.
“Data yang dikirim melalui aplikasi Faseh sudah terenkripsi. Kami juga bekerja sama dengan BSSN untuk pengamanan sistem. Bahkan BPS sudah beberapa kali melakukan pengujian keamanan dan sistem kami tetap aman,” katanya.
Suchaidin mengungkapkan, hingga kini belum pernah terjadi kebocoran data yang berasal dari sistem BPS.
Meski demikian, ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang awalnya menolak didata karena belum memahami tujuan sensus. Ia pun menceritakan pernah mendampingi petugas yang sempat ditolak seorang warga sebelum akhirnya bersedia memberikan data setelah mendapat penjelasan.
“Setelah dijelaskan bahwa tugas BPS hanya melakukan pendataan dan data dijamin kerahasiaannya, akhirnya warga menerima petugas dan proses pendataan berjalan lancar,” tuturnya.
Karena itu, Suchaidin mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus yang dilengkapi identitas resmi. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting karena hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dalam beberapa tahun ke depan.
“Jangan khawatir memberikan data kepada petugas BPS. Data masyarakat aman, dijamin kerahasiaannya, dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” ujarnya.
