PONTIANAK INFORMASI – Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah daerah di Kalimantan Barat sejak Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7). Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal itu, PLN memastikan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh krisis batu bara maupun kekurangan pasokan energi primer.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Adanya padam di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat,” kata Mukhlis dalam keterangannya, Jumat (3/7).
Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah terjadi gangguan operasional pada pembangkit yang menyebabkan pasokan listrik ke sistem kelistrikan Kalbar belum optimal.
“Langkah tersebut harus dilakukan menyusul adanya gangguan operasional pembangkit yang menyebabkan suplai listrik belum optimal,” ujarnya.
Mukhlis menegaskan, gangguan yang terjadi tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara.
“Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara, yang saat ini dalam kondisi aman,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di media sosial, pemadaman dilaporkan terjadi di sejumlah daerah, di antaranya Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas, Sanggau, hingga beberapa wilayah lain di Kalimantan Barat. Sejumlah warga mengeluhkan aktivitas rumah tangga dan pekerjaan yang terganggu akibat padamnya aliran listrik.
Sementara itu, informasi dari sejumlah unit pelayanan PLN menyebutkan sebagian pemadaman juga dilakukan untuk mendukung pengaturan operasi sistem dan menjaga keandalan jaringan selama proses pemulihan berlangsung.
Untuk Jumat (3/7), PLN membagi jadwal pemadaman menjadi beberapa wilayah dengan durasi sekitar lima jam. Pemadaman dilakukan dalam dua rentang waktu, yakni pukul 08.30-13.30 WIB dan 13.30-18.30 WIB.
Melalui pemberitahuan kepada pelanggan, PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan seluruh sumber daya terus dikerahkan agar proses pemulihan pasokan listrik dapat berlangsung secepat mungkin.
